Apple Hadapi Krisis Chip Memori di Tengah Rencana Peluncuran iPhone 18 Pro

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Apple dilaporkan menghadapi kekurangan chip memori saat bersiap meluncurkan iPhone 18 Pro.

Apple Hadapi Krisis Chip Memori di Tengah Rencana Peluncuran iPhone 18 Pro. (Foto: AP)

IDXChannel - Apple dilaporkan menghadapi kekurangan chip memori saat bersiap meluncurkan iPhone 18 Pro.

Perusahaan tersebut dikabarkan sedang bekerja sama dengan mitra manufakturnya untuk mengamankan cukup chip dynamic random-access memory (DRAM), jenis memori yang digunakan di dalam ponsel pintar.

Baca Juga:
iPhone XS Laku Rp34 Juta di Lelang KPK, Pemenang Belum Bayar

Dilansir dari India Today (10/8/2026), lekurangan ini dapat memengaruhi jumlah perangkat yang dapat diproduksi Apple sebelum peluncuran.

Menurut analis semikonduktor Tim Culpan, pasokan prosesor Apple senilai USD1 miliar saat ini tertahan di fasilitas TSMC karena chip memori yang dibutuhkan untuk melengkapi pengemasannya belum tiba. 

Baca Juga:
Mentan Amran Sebut Petani Merauke Semakin Sejahtera, Sudah Pakai iPhone

Apple mendapatkan memori dari produsen chip utama termasuk Micron, SK Hynix, dan Samsung. Namun, kekurangan chip memori yang luas mempersulit perusahaan untuk mengamankan pasokan yang cukup.

Masalah ini terkait dengan meningkatnya permintaan akan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan AI membeli sejumlah besar memori untuk pusat data dan server, sehingga menekan pasokan DRAM global. Hal ini juga mendorong kenaikan harga memori dan mempersulit produsen ponsel pintar untuk mengamankan pasokan.

Baca Juga:
Kinerja Apple: Penjualan iPhone Meroket, Lini Layanan dan Pasar China di Bawah Ekspektasi

Apple dikabarkan berencana meluncurkan iPhone 18 Pro pada September. Perusahaan dan mitra manufakturnya dilaporkan masih yakin bahwa mereka dapat memenuhi permintaan awal.

Namun, kekurangan memori dapat memengaruhi ketersediaan. Jika Apple tidak mendapatkan cukup chip tepat waktu, perusahaan mungkin memiliki lebih sedikit unit iPhone 18 Pro yang siap diluncurkan.  Hal ini dapat berarti waktu pengiriman yang lebih lama untuk pesanan online dan stok terbatas di toko ritel.

Situasi ini juga dapat berdampak lebih luas pada harga produk Apple. Perusahaan telah menaikkan harga beberapa produk karena biaya memori meningkat. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komnas PA Ungkap Tren Bullying Anak Meningkat: Ada Faktor Gim, Kita Edukasi
• 20 jam lalu
0
thumb
Asmo Sulsel-FIFGroup Bantu Petani Sidrap dengan 10 Tabung Gas dan 500 Kg Pupuk
• 2 jam lalu
0
thumb
Tak Hanya Aktif di Grup Gay, Unggahan Cinta Terlarang Saepul Pelaku Mutilasi Pria di Depok Jadi Sorotan Netizen
• 15 jam lalu
0
thumb
Desain Samsung Galaxy Tab S12+ dan S12 Ultra dikabarkan mirip S11
• 5 jam lalu
0
thumb
Pasca Kebakaran, Mall Nipah Makassar Tetap Buka dan Beroperasi Normal
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.