Waspada Voice Spoofing, Modus Penipuan dengan Suara Tiruan AI-Melek Teknologi

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Mendengar suara orang yang dikenal melalui telepon tentu bisa membuat seseorang merasa yakin dengan identitas penelepon. Namun, bagaimana jika suara tersebut ternyata bukan berasal dari orang yang sebenarnya?

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini memungkinkan suara ditiru dengan sangat mirip dan dimanfaatkan dalam modus penipuan. Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah voice spoofing, yakni teknik penipuan yang memanfaatkan teknologi untuk membuat suara tiruan menyerupai suara seseorang.
 

Baca Juga :

Sering Lupa Password? Ini 5 Password Manager Terbaik 2026-Melek Teknologi
  Apa Itu Voice Spoofing? Voice spoofing merupakan modus penipuan yang memanfaatkan teknologi AI untuk meniru suara seseorang secara realistis. Sampel suara yang digunakan dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk video singkat di media sosial maupun percakapan. Dengan sampel tersebut, teknologi AI dapat menghasilkan suara tiruan yang menyerupai pemilik suara aslinya.

Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal, terutama jika penelepon mengaku sebagai orang terdekat. Kenali Ciri-cirinya Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah karakter suara penelepon. Suara tiruan terkadang terdengar terlalu mulus, memiliki jeda yang tidak biasa, atau tidak terdengar seperti suara manusia secara natural, misalnya minim suara napas.

Meski demikian, ciri suara saja tidak cukup untuk memastikan apakah sebuah panggilan merupakan penipuan. Karena itu, penting untuk tidak langsung mengambil keputusan hanya berdasarkan suara yang terdengar familiar.

Modus voice spoofing juga dapat disertai cerita yang membuat korban panik. Penelepon bisa mengaku sedang mengalami kecelakaan, ditahan polisi, atau menghadapi kondisi darurat lainnya. Setelah itu, korban diminta mengirimkan sejumlah uang dalam nominal tertentu. Situasi darurat sengaja digunakan untuk membuat korban tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir dan akhirnya mengikuti permintaan penelepon. Jangan Langsung Percaya Jika menerima telepon dengan situasi seperti itu, jangan langsung memenuhi permintaan penelepon. Coba pastikan terlebih dahulu identitas orang yang menghubungi. Jangan mengambil keputusan secara terburu-buru, terutama jika penelepon meminta uang atau informasi tertentu. Teknologi AI membuat sesuatu yang terdengar meyakinkan belum tentu benar-benar berasal dari orang yang dikenal.

Nah, di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, masyarakat perlu semakin kritis saat menerima informasi maupun komunikasi digital. Bukan hanya foto dan video yang bisa dimanipulasi, suara pun kini dapat ditiru. Jadi, ketika menerima telepon yang terdengar seperti orang terdekat, tetap tenang, periksa kebenarannya, dan jangan terburu-buru mengambil tindakan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Eunike Michelle Gultom)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
[FULL] Pihak Yayasan Sekolah Swasta di Jaksel Klarifikasi Temuan 996 Senjata & Narkoba
• 17 jam lalu
0
thumb
Transjakarta Buka Rute Khusus Senayan-Ancol Tarif Rp 3.500, Gratis Masuk Ancol
• 21 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Gunung Gede Pangrango Masih Terjadi, Polisi Terjunkan Pleton Bawa APAR
• 10 jam lalu
0
thumb
Murah dan Bebas Macet, TransJakarta Bandara Pikat Hati Penumpang
• 19 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Periksa Youtuber Bigmo Terkait Promo Vape Anak, Dipastikan Hadir Hari Ini  
• 32 menit lalu
0
Berhasil disimpan.