Mobil Pembalap Tabrak Penonton di Ajang Drag Race Kotamobagu Sulut, 7 Tewas 9 Luka-luka

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Tragedi maut drag race Kotamobagu Sulut tewaskan 7 orang dan sebabkan 9 orang mengalami luka berat. Mobil pembalap hilang kendali hingga tabrak penonton di lokasi.

Publik dikejutkan dengan tragedi maut yang terjadi dalam acara Open Tournament Tidar Drag Race - Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 di sirkuit nonpermanen Kelurahan Upay, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu (9/8/2026). Sebanyak 16 orang menjadi korban kecelakaan tak terduga di lokasi.

Insiden ini melibatkan mobil Honda Jazz peserta kelas Free For All (FFA) yang dikemudikan oleh pembalap Tian Ngantung dari tim Pangeran 05 McJoe. Awalnya mobil tersebut melaju normal di lintasan.

Namun setelah melewati garis finish dan masuk ke area pengereman sekitar 100 meter, mobil mengalami crash. Tragedi maut Drag Race Kotamobagu Sulut pun tak terhindarkan.

Mobil yang dikendarai Tian Ngantung hilang kendali dan menabrak penonton yang berada di sisi lintasan. Sejumlah penonton pun menjadi korban dalam ajang balap mobil tersebut.

Mobil menabrak 16 orang penonton, 7 di antaranya meninggal dunia dan 9 luka-luka. Sementara itu, mobil Honda Jazz yang dikendarai Tian Ngantung rusak parah.

Tian Ngantung sendiri dikabarkan mengalami luka yang cukup serius. Ia pun sempat dirawat di RSU Monompia setelah tabarakan.

"Pebalapnya sempat dirawat juga di RSU Monompia. Tapi karena di sana juga banyak keluarga korban, maka yang bersangkutan kita pindahkan," kata Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi, dikutip dari Tribun Manado.

"Jadi saat ini pebalapnya sudah dirujuk ke Manado," lanjutnya.

Polisi menyebut bahwa nantinya, pihaknya akan memeriksa sang pembalap terkait peristiwa tabrakan ini. Namun kini, kondisi Tian Ngantung belum memungkinkan untuk diperiksa lantaran masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Pastinya akan kami periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan," tuturnya.

 

"Tadi saat dirujuk ke Manado, semua wajah pebalap penuh dengan perban," beber Iptu Waafi.

Sementara itu, sejumlah korban luka lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Kotamobagu dan RS Monompia.

Polisi Lakukan Olah TKP

Usai terjadinya tragedi maut drag race Kotamobagu Sulut, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga telah mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan serangkaian penyelidikan guna menggali penyebab pasti dari kecelakaan ini.

"Kami bersama dinas terkait sedang melakukan olah TKP," ujar Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik.

"Kami saat dalam proses mencari dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, mengamankan TKP dan melakukan serangkaian tindakan kepolisian lainnya," lanjutnya.

Panitia Siap Bertanggung Jawab

Ketua panitia Drag Race, Lucky Sugeha, telah mendatangi para korban yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Ia pun menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab dengan menanggung sepenuhnya biaya perawatan para korban yang tengah dirawat.

Panitia juga telah menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal.

Selain itu, panitia juga menyatakan akan mengikuti seluruh proses yang kini tengah dilakukan oleh pihak kepolisian dan instansi terkait.

Sosok Tian Ngantung

Baca Juga: Sosok Saepullah Pelaku Mutilasi di Depok, Pernah Ikut Kompetisi Dangdut di TV, Tergabung dalam Komunitas Gay

 

Dilansir dari Bangkapos, tragedi Drag Race Kotamobagu Sulut melibatkan mobil Honda Jazz yang dikemudikan oleh pembalap Tian Ngantung. Dalam foto yang beredar, Tian Ngantung tampak mengenakan pakaian balap dengan kombinasi warna merah, putih dan hitam.

Sang pembalap juga tampak mengenakan perlengkapan balap lengkap saat bersiap mengikuti perlombaan ini. Tian sendiri merupakan pembalap dari tim Pangeran 05 McJoe yang mengikuti perlombaan di kelas Free For All (FFA).

Kelas Free For All (FFA) merupakan kategori dalam balap yang memberikan keleluasaan lebih besar kepada peserta terkait kendaraan dan spesifikasinya, dengan tetap mengikuti regulasi yang ditetapkan penyelenggara. Akan tetapi sayangnya perlombaan yang diikuti oleh Tian berakhir tragis dengan 7 orang tewas dan 9 orang luka-luka. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Nasaruddin Umar Ungkap Kondisi Ekonomi Indonesia, Minta Umat Bersyukur
• 4 jam lalu
0
thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 10 Agustus 2026, Buruan Datang!
• 5 jam lalu
0
thumb
Manggung di HITC LA, Rich Brian Bangga Talenta Indonesia Mendunia Lewat 88rising
• 22 jam lalu
0
thumb
Start dari P16, Veda Ega Finish di Urutan 9 di Silverstone
• 15 jam lalu
0
thumb
Apakah gula aren aman untuk diabetes? Ini fakta yang perlu diketahui
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.