YERUSALEM, KOMPAS.TV - Israel menolak kesepakatan tentang Gaza yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu (9/8/2026), terang-terangan menolak kesepakatan mengenai Gaza yang diumumkan Trump bulan lalu.
Netanyahu mengatakan militer Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan sampai Hamas, partai politik Palestina yang memiliki sayap militer, benar-benar dilucuti.
Dalam rapat kabinet, Netanyahu mengatakan Israel menolak dokumen 15 poin tersebut, namun tetap membahas rencana untuk Gaza bersama Washington. Pernyataan tersebut serupa dengan yang disampaikannya pekan lalu.
Baca Juga: Netanyahu: Tidak Akan Ada Penarikan Tentara Israel dari Gaza sampai Hamas Benar-Benar Dilucuti
Trump sebelumnya mengatakan pasukan Israel akan ditarik seiring dengan selesainya proses pelucutan senjata Hamas.
Kesepakatan tersebut sebelumnya dipandang sebagai peluang untuk mengakhiri perang di Gaza. Dalam kesepakatan itu, Hamas diminta mulai melucuti senjata, sementara Israel akan menghentikan serangan dan mulai menarik pasukannya dari sekitar 60 persen wilayah Gaza yang saat ini dikuasainya.
Namun, penolakan Netanyahu menimbulkan keraguan terhadap pelaksanaan kesepakatan dan proses perdamaian di Gaza, terutama mengenai proses pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel.
Saat ini, pasukan Israel menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza, yang dihuni sekitar 2 juta warga Palestina dan sebagian besar telah hancur akibat perang.
Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas pernyataan Netanyahu. Namun, Hamas menyatakan komitmennya.
“Kami tetap berkomitmen pada peta jalan tersebut,” kata anggota biro politik Hamas, Bassem Naim, seperti dikutip dari The Associated Press.
Baca Juga: Kemlu RI Kecam Keras Serangan Israel, Desak Hentikan Penghambatan Peace Plan Gaza
Ia menambahkan, kelompoknya berharap mediator dan AS menekan Netanyahu.
Sementara itu, Netanyahu juga menghadapi tekanan politik di dalam negeri, karena tengah berupaya mempertahankan kekuasaannya menjelang pemilu berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.
Perang di Gaza, yang diduduki Israel sejak 1967 dan diblokade sejak 2007, dipicu serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 70.000 orang sejak 7 Oktober 2023.
Gencatan senjata yang rapuh kemudian berlangsung sejak Oktober 2025. Meski demikian, perselisihan mengenai pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel masih menjadi hambatan utama dalam upaya mengakhiri konflik.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- pelucutan senjata hamas
- gaza
- Benjamin Netanyahu
- Donald Trump
- Israel
- Hamas






Komentar (0)