Warsh Ingin Kurangi Pertemuan FOMC, Perkecil Peran The Fed di Pasar Keuangan

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pertemuan FOMC yang dijadwalkan.

Warsh Ingin Kurangi Pertemuan FOMC, Perkecil Peran The Fed di Pasar Keuangan. (Foto: AP Photo)

IDXChannel - Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pertemuan FOMC yang dijadwalkan. Menurut Barclays, langkah ini mencerminkan upaya lebih luas untuk meninjau kembali peran bank sentral tersebut di pasar keuangan.

Analis Barclays, Michael McLean, dan ekonom Jonathan Millar memandang usulan ini sebagai bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai komunikasi, kebijakan neraca keuangan, dan sejauh mana The Fed seharusnya memengaruhi harga aset serta ekspektasi pasar.

Baca Juga:
Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga The Fed di Bawah Kepemimpinan Kevin Warsh

Undang-Undang Federal Reserve mengharuskan FOMC untuk mengadakan pertemuan setidaknya empat kali dalam setahun; saat ini, komite tersebut mengadakan delapan pertemuan.

Dalam sidang konfirmasi pada April, Warsh mengatakan kepada Senator Ruben Gallego bahwa empat pertemuan tidaklah cukup, meskipun ia mengisyaratkan bahwa jumlah yang lebih banyak dari empat pertemuan adalah hal yang tepat.

Baca Juga:
Kevin Warsh Tahan Suku Bunga The Fed, Trump: Tidak Apa-Apa

"Ketua Warsh mungkin berpendapat bahwa empat pertemuan terlalu sedikit, sedangkan delapan pertemuan terlalu banyak. Mungkinkah angka idealnya adalah enam pertemuan setahun?" tulis McLean dan Millar dikutip dari Investing.com, Minggu (9/8/2026).

Jadwal delapan pertemuan yang berlaku saat ini sudah ada sejak 1980, ketika Ketua saat itu, Paul Volcker, memangkas jadwal dari sepuluh menjadi delapan pertemuan agar selaras dengan kerangka kerja operasional baru yang menargetkan cadangan bank, bukan suku bunga.

Baca Juga:
Trump Sebut Kevin Warsh Kesulitan Atur Dewan The Fed

Kerangka kerja tersebut ditinggalkan dalam waktu tiga tahun, namun jadwal delapan pertemuan tetap dipertahankan. Analis Barclays mencatat bahwa perubahan ini menggambarkan "bagaimana perubahan yang tampak bersifat prosedural dapat mengiringi reformasi kelembagaan yang lebih luas."

Mereka menyatakan bahwa Warsh kemungkinan memiliki wewenang untuk mengubah jadwal tersebut secara sepihak, namun kecil kemungkinannya ia akan melakukannya tanpa dukungan luas dari komite.

Mereka memperkirakan Warsh akan "menghormati budaya konsensus di The Fed dan menunggu hasil tinjauan gugus tugas komunikasi." Perubahan tidak akan terjadi sebelum tahun depan.

Pertemuan yang lebih jarang dapat mendukung tujuan Warsh agar The Fed "memberikan dampak yang lebih kecil terhadap pasar keuangan," catat para analis.

Hal ini dapat mengurangi ketergantungan pasar pada sinyal The Fed, mendorong ketergantungan yang lebih besar pada data ekonomi dan harga pasar, serta mengurangi beban kerja terkait prakiraan dan komunikasi.

Namun, Barclays memperingatkan bahwa manfaat-manfaat ini juga membawa konsekuensi nyata. Jadwal yang lebih jarang dapat membuat komite "kurang tangkas dalam merespons kondisi ekonomi yang terus berubah" dan mengurangi kesempatan untuk menjelaskan bagaimana para pembuat kebijakan menafsirkan data yang masuk, ujar para analis tersebut.

Hal ini juga dapat membuat setiap pertemuan yang tersisa menjadi lebih krusial, sehingga meningkatkan fokus pasar pada keputusan-keputusan individual. "Ironisnya, upaya untuk mengurangi jejak The Fed di pasar pada akhirnya justru dapat meningkatkan sensitivitas pasar terhadap pertemuan kebijakan yang tersisa, karena memusatkan lebih banyak informasi dan ketidakpastian pada jumlah peristiwa kebijakan yang lebih sedikit," tulis mereka.

Barclays memandang perdebatan ini bukan sekadar soal apakah delapan kali pertemuan merupakan jumlah yang tepat, melainkan lebih kepada "apakah FOMC memiliki visi yang sama dengan Warsh mengenai The Fed yang lebih sedikit berkomunikasi, lebih jarang melakukan intervensi, dan memberikan dampak yang lebih kecil terhadap pasar keuangan", serta apakah komite tersebut bersedia mengorbankan fleksibilitas dan transparansi demi mencapai tujuan itu. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kisah Cinta Dea Annisa dan Mazaki Ahmad Dimulai dari Lokasi Syuting
• 11 jam lalu
0
thumb
Anggota DPRD Wajo Janji Kawal Proyek Pengendalian Banjir Walanae Senilai Rp14,9 Miliar
• 7 jam lalu
0
thumb
Bahan Makanan Sehat yang Bikin Menu Mingguan Lebih Praktis dan Bergizi
• 10 jam lalu
0
thumb
Mensesneg: Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet, Prioritas Isi Jabatan Kosong
• 4 jam lalu
0
thumb
TransJakarta Bakal Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai 2027
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.