Menko Zulhas Minta Doa Jatma Aswaja demi Optimalisasi Program Pemerintah

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memohon doa dan dukungan dari masyarakat, khususnya warga Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja), agar pemerintah dapat memperbaiki program-program yang belum berjalan optimal. Permintaan ini disampaikan dalam acara doa keselamatan bangsa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengakui bahwa dalam hampir dua tahun pemerintahan berjalan, terdapat sejumlah capaian sekaligus kekurangan yang perlu dievaluasi. Ia menekankan pentingnya doa dari para ulama untuk kelancaran tugas pemerintah.

"Mohon doanya yang belum sukses kita akan perbaiki, kerja keras, agar program-program itu tepat menjadi manfaat untuk umat," ujar Zulhas di hadapan para hadirin.

Capaian Swasembada Pangan

Salah satu keberhasilan yang disoroti Zulhas adalah pencapaian swasembada pangan. Ia memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman.

"Pemerintah baru 20 bulan, hampir 2 tahun. Ada yang berhasil, contohnya pangan, Alhamdulillah kita swasembada. Jadi ibu-ibu tidak usah khawatir, beras cukup, ikan cukup, ayam cukup, telur cukup, Insya Allah," kata dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Meski stok melimpah, Zulhas tidak menampik bahwa harga sejumlah komoditas pangan di pasaran sedang mengalami kenaikan. Menyikapi hal tersebut, pemerintah mengklaim tengah melakukan intervensi.

"Memang harga lagi naik, kita sekarang lagi operasi besar-besaran agar harga bisa turun kembali," tegasnya.

Pentingnya Doa dan Persatuan

Di tengah ketidakpastian situasi global, Zulhas mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kebersamaan. Ia menilai doa dari para tokoh agama dan orang-orang saleh merupakan kekuatan spiritual yang vital bagi keberhasilan program pemerintah.

"Mohon doanya agar pemerintah bisa melaksanakan program-programnya dengan baik untuk kebaikan kita semuanya," pintanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, Helmy Faishal Zaini, menjelaskan bahwa zikir kebangsaan dan haul pendiri NKRI bukan sekadar ritual keagamaan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengingat kembali tanggung jawab spiritual dan kebangsaan setiap warga negara.

"Cinta tanah air bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan, tetapi harus menjadi bagian dari laku kehidupan. Ketika kita berdoa untuk keselamatan bangsa, sesungguhnya kita sedang mengingatkan diri bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang harus kita rawat bersama," ujar Helmy.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PSSI Minta Maaf Usai Gagal di AFF, Minta Pemain tak Dicemooh
• 3 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hutan Landa Ponorogo dan Trenggalek
• 8 jam lalu
0
thumb
Transjakarta Buka Rute Khusus Senayan-Ancol Tarif Rp 3.500, Gratis Masuk Ancol
• 10 jam lalu
0
thumb
Pramono Putuskan Bongkar Satu JPO Lama di Rasuna Said, Ini Alasannya
• 17 jam lalu
0
thumb
Indonesia Masuk Era Aging Population, Ini Datanya
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.