Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan Feri Amsari menantang Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk berdebat secara terbuka mengenai data sawah, kebijakan pertanian, dan klaim swasembada pangan.
Feri menyampaikan tantangan tersebut setelah Amran sebelumnya meminta dirinya melihat langsung lokasi sawah baru yang dicetak pemerintah.
Feri menilai perdebatan mengenai data pangan seharusnya dilakukan dengan membandingkan data, bukan sekadar melihat kondisi sawah di lapangan.
"Menteri Sekretaris Negara (ft Menteri Pertanian) Kabinet Bayangan menantang debat terbuka perihal swasembada pangan dan kebijakan pertanian kepada Menteri Pertanian. Kami atur waktu dan lokasinya," kata Feri.
Feri juga mempertanyakan data mengenai produksi beras yang disebut mencapai akumulasi 5,4 juta ton. Dia meminta pemerintah menunjukkan lokasi sawah yang menghasilkan panen hingga mampu memenuhi gudang beras dengan jumlah tersebut.
"Kalau bisa sebelum berdebat kasih tahu saya data di mana sawah yang panen sehingga memenuhi gudang beras dengan akumulasi beras 5,4 juta ton itu?" ujarnya.
Feri mengatakan ajakan turun langsung ke sawah tidak cukup untuk menjawab perdebatan mengenai validitas data produksi pangan.
Menurut dia, data produksi dan luas panen harus dapat dijelaskan berdasarkan angka serta sumber data yang jelas.
Amran Pernah Ajak Feri Cek Sawah
Sebelumnya, Amran menyampaikan pesan kepada Feri Amsari yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah di bidang pertanian dan swasembada pangan.
Dalam acara Dialog Swasembada Pangan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026), Amran menampilkan tayangan mengenai lokasi pencetakan sawah baru.
"Tolong sampaikan ini Pak. Ini yang ditanya. Jadi muridnya kalau Pak Feri Amsari nanti jadi lebih pintar," ujar Amran dalam acara tersebut.
Amran juga mengaku siap membiayai 500 orang untuk terbang ke Sumatera Selatan guna melihat langsung sawah yang menjadi bagian dari program pemerintah.
Ajakan tersebut disampaikan Amran setelah Feri mempertanyakan sejumlah data terkait produksi pangan dan pencetakan sawah.
Feri kemudian kembali menantang Amran untuk berdebat secara terbuka. Dia menyatakan perdebatan tersebut dapat menjadi ruang untuk menguji data dan argumentasi mengenai swasembada pangan serta kebijakan pertanian pemerintah.






Komentar (0)