Jakarta (ANTARA) - Filosofi permainan cepat, agresif, dan mengutamakan kerja sama tim yang diterapkan pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), dinilai sejalan dengan semangat transformasi yang tengah dijalankan Bank Jakarta.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan Persija dan Bank Jakarta memiliki kesamaan identitas karena sama-sama membawa nama Jakarta.
"Persija membawa nama Jakarta di dada. Bank Jakarta membawa nama Jakarta dalam identitas kami. Kita lahir dan tumbuh bersama di kota yang sama dan membawa satu nama, yaitu Jakarta," kata Agus dalam sambutannya pada acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu.
Menurut Agus, Persija menjadi representasi Jakarta di lapangan hijau, sedangkan Bank Jakarta hadir melalui layanan perbankan bagi masyarakat Jakarta.
Lalu, kolaborasi dengan Persija bukan sekadar kerja sama sponsorship. Kemitraan tersebut diarahkan untuk menyatukan ekosistem perbankan, sepak bola, komunitas dan masyarakat Jakarta.
Kolaborasi tersebut, kata Agus, tidak akan berhenti pada pemasangan logo Bank Jakarta di jersey Persija.
Ke depan, kerja sama akan dikembangkan melalui berbagai program dan pengalaman yang dapat dirasakan langsung keluarga besar Persija maupun The Jakmania.
"Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta, yaitu Persija dengan sepak bola komunitas dan passion yang luar biasa, serta Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi, dan ekosistem kota yang kami layani," jelas Agus.
Agus menyebut pola kemitraan tersebut juga sebagai perubahan dari sponsorship menuju partnership. Bank Jakarta juga ingin mengubah kehadiran merek menjadi pengalaman yang dirasakan masyarakat.
Kolaborasi ini dinilai semakin relevan karena Persija memasuki musim baru dengan wajah baru.
Selain mendatangkan sejumlah pemain anyar, klub dengan sebutan Macan Kemayoran yang kini di bawah asuhan Shin Tae-yong diharapkan mampu menghadirkan karakter permainan agresif dan kompetitif.
"Kami tertarik dengan filosofi Coach Shin, yaitu bermain cepat, menyerang, memiliki mobilitas tinggi dan bergerak sebagai satu tim. Itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta. Kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang dan yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim," ucap Agus.
Dalam kesempatan yang sama, Bank Jakarta memperkenalkan wajah digital barunya melalui laman resmi bankjakarta.co.id.
"Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal kami melalui bankdki.co.id. Sekarang bukan hanya domainnya yang berubah. Kami ingin digital experience Bank Jakarta juga mencerminkan bank yang sedang kami bangun, lebih fresh, lebih modern, lebih intuitif dan lebih customer centric," jelas Agus.
Menurut Agus, yang lebih penting dari transformasi tersebut adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas layanan serta kemampuan bersaing.
Agus menargetkan Persija bisa semakin istimewa bagi Jakarta di tengah momentum peringatan 500 tahun yakni gelar juara.
Baca juga: Bank Jakarta jadi energi Persija raih gelar juara Liga Indonesia
Baca juga: Kolaborasi Bank Jakarta-Persija perkuat simbol dan kebanggaan warga
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan Persija dan Bank Jakarta memiliki kesamaan identitas karena sama-sama membawa nama Jakarta.
"Persija membawa nama Jakarta di dada. Bank Jakarta membawa nama Jakarta dalam identitas kami. Kita lahir dan tumbuh bersama di kota yang sama dan membawa satu nama, yaitu Jakarta," kata Agus dalam sambutannya pada acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu.
Menurut Agus, Persija menjadi representasi Jakarta di lapangan hijau, sedangkan Bank Jakarta hadir melalui layanan perbankan bagi masyarakat Jakarta.
Lalu, kolaborasi dengan Persija bukan sekadar kerja sama sponsorship. Kemitraan tersebut diarahkan untuk menyatukan ekosistem perbankan, sepak bola, komunitas dan masyarakat Jakarta.
Kolaborasi tersebut, kata Agus, tidak akan berhenti pada pemasangan logo Bank Jakarta di jersey Persija.
Ke depan, kerja sama akan dikembangkan melalui berbagai program dan pengalaman yang dapat dirasakan langsung keluarga besar Persija maupun The Jakmania.
"Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta, yaitu Persija dengan sepak bola komunitas dan passion yang luar biasa, serta Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi, dan ekosistem kota yang kami layani," jelas Agus.
Agus menyebut pola kemitraan tersebut juga sebagai perubahan dari sponsorship menuju partnership. Bank Jakarta juga ingin mengubah kehadiran merek menjadi pengalaman yang dirasakan masyarakat.
Kolaborasi ini dinilai semakin relevan karena Persija memasuki musim baru dengan wajah baru.
Selain mendatangkan sejumlah pemain anyar, klub dengan sebutan Macan Kemayoran yang kini di bawah asuhan Shin Tae-yong diharapkan mampu menghadirkan karakter permainan agresif dan kompetitif.
"Kami tertarik dengan filosofi Coach Shin, yaitu bermain cepat, menyerang, memiliki mobilitas tinggi dan bergerak sebagai satu tim. Itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta. Kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang dan yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim," ucap Agus.
Dalam kesempatan yang sama, Bank Jakarta memperkenalkan wajah digital barunya melalui laman resmi bankjakarta.co.id.
"Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal kami melalui bankdki.co.id. Sekarang bukan hanya domainnya yang berubah. Kami ingin digital experience Bank Jakarta juga mencerminkan bank yang sedang kami bangun, lebih fresh, lebih modern, lebih intuitif dan lebih customer centric," jelas Agus.
Menurut Agus, yang lebih penting dari transformasi tersebut adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas layanan serta kemampuan bersaing.
Agus menargetkan Persija bisa semakin istimewa bagi Jakarta di tengah momentum peringatan 500 tahun yakni gelar juara.
Baca juga: Bank Jakarta jadi energi Persija raih gelar juara Liga Indonesia
Baca juga: Kolaborasi Bank Jakarta-Persija perkuat simbol dan kebanggaan warga






Komentar (0)