Survei Lemkapi: 80,3 Publik Puas dengan Kinerja Penanganan Kamtibmas oleh Polri

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Survei Lemkapi: 80,3 Publik Puas dengan Kinerja Penanganan Kamtibmas oleh PolriNasional | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:18Dengarkan Berita

Mayoritas masyarakat menilai positif kinerja aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasil survei Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menunjukkan 80,3 responden menyatakan puas terhadap penanganan kamtibmas oleh Polri dengan dukungan TNI.

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Saputra Hasibuan mengatakan, tingkat kepuasan kinerja kepolisian di bawah kendali Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjukkan masyarakat melihat aparat keamanan cukup responsif dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan.

"Sebanyak 80,3 responden menyatakan puas. Ini merupakan indikator bahwa mayoritas masyarakat menilai penanganan kamtibmas selama era pemerintahan Presiden Prabowo berjalan cukup baik," katanya, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian

Baca Juga:Sebut Kerry Riza Cs Dikriminalisasi, Hamdan Zoelva Minta Presiden Beri Keadilan

Dosen Program Pasxasarjana ini menjelaskan, kepuasan masyarakat bukan muncul tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan responden, terutama kecepatan Polri merespons berbagai gangguan keamanan dan kemampuan aparat melakukan deteksi serta pencegahan sejak dini. Salah satu program yang dinilai baik dan dipuji responden adalah kedekatan kepolisian dengan TNI, pemerintah daerah (Pemda), dan warga biasa seperti buruh, ojol , petani, dan nelayan. Selain itu, upaya pencegahsn secara dini seperti Program Preventive Strive juga didukung masyarakat. Program yang sama juga banyak dilakukan diberbagai polda di Indonesia demi memberikan kenyamanan kepada masyarakat. "Hasil survei menyebut kecepatan kepolisian menangani potensi gangguan kamtibmas menjadi salah satu alasan masyarakat memberikan penilaian positif," ujarnya.

Baca Juga:Dipolisikan Roy Suryo, Lechumanan Ingin Segera Diperiksa Polda Metro Jaya

Lihat video: Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan 1.177 Prasetya Perwira TNI-POLRIMeski demikian, Lemkapi mengingatkan angka kepuasan tersebut tidak boleh membuat Polri lengah dan lupa diri. Karena dalam survei yang sama, 13,6 responden menyatakan tidak puas, sedangkan 6,1 tidak memberikan penilaian karena masih ingin melihat perkembangan situasi keamanan ke depan. Kelompok masyarakat yang belum puas, kata Edi, menyoroti masih adanya konflik antarwarga dan persoalan keamanan yang belum diselesaikan secara tuntas.

"Kita harapkan, Ini menjadi catatan penting bagi kepolisian bahwa penanganan keamanan bukan hanya soal seberapa cepat aparat datang ketika terjadi gangguan, tetapi juga bagaimana konflik tersebut dapat diselesaikan sampai ke akar persoalan sehingga tidak muncul kembali," tegasnya.

Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini menyebut, meski angkanya tinggi kepolisian harus tetap waspada dan harus terus tingkatkan kinerja di tengah masyarakat. Angka 80,3 justru harus menjadi modal untuk meningkatkan kinerja, sementara 13,6 yang belum puas harus menjadi bahan evaluasi. "Masyarakat menginginkan rasa aman yang konsisten, penanganan konflik yang tuntas, serta pelayanan kepolisian yang cepat dan profesional," katanya.

Baca Juga:Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa

Edi juga menilai pendekatan preventif dan deteksi dini harus terus diperkuat oleh seluruh polres dan polda diseluruh Indonesia. Kepolisian tidak cukup hanya bertindak cepat setelah gangguan keamanan terjadi, tetapi harus mampu mengidentifikasi potensi konflik dan mengambil langkah pencegahan secara proporsional di wilayah masing-masing.Survei Lemkapi dilaksanakan pada 30 Juli hingga 6 Agustus 2026 melalui jaringan mahasiswa di seluruh provinsi di Indonesia dengan melibatkan 800 responden berusia 17 tahun ke atas. Survei menggunakan metode multistage sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 dan margin of error sekitar 3.

Menurut Edi, hasil tersebut memberikan gambaran bahwa secara umum masyarakat memberikan apresiasi terhadap kemampuan aparat keamanan menjaga kamtibmas. Namun, apresiasi tersebut harus diikuti dengan evaluasi berkelanjutan dan jangan cepat berpuas diri.

"Kepercayaan masyarakat bukan sesuatu yang permanen. Kalau kinerja meningkat, kepercayaan akan terus meningkat. Sebaliknya, kalau pelayanan dan penanganan keamanan menurun, kepercayaan publik juga bisa turun. Karena itu, hasil survei ini harus menjadi dorongan bagi kepolisian untuk terus bekerjs semakin baik," ucapnya.

Baca Juga:Surat Edaran Kejagung Viral di Media Sosial, Kapuspenkum Beri Penjelasan

Ketua Umum Asosiasi Dosem Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (Adihgi) ini mengingatkan, semakin cepat potensi gangguan dideteksi dan diselesaikan secara tepat, semakin kecil kemungkinan persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Di sinilah pentingnya penguatan fungsi intelijen, patroli, komunikasi publik dan penyelesaian konflik. Saya yakin polri pasti bisa," ujarnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tim Gabungan Sergap GW, Buron Penembakan di Tembagapura
• 1 jam lalu
0
thumb
Peluncuran Buku Bankir, Growing with Purpose Hadirkan Pengalaman di Dunia Perbankan | SAPA PAGI
• 11 jam lalu
0
thumb
11 Tahun Setia di Persik, Faris Aditama Terharu Dapat Persembahan Istimewa dari Para Mantan Pemain
• 4 jam lalu
0
thumb
Bos Danantara Bocorkan Soal Streamlining BUMN, 652 Perusahaan Dihapus
• 12 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Lahan Kian Meluas, Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.