Titik Terang Pembangunan Hunian Tetap untuk Penyintas Korban Longsor Maut di Bandung Barat

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pembangunan hunian tetap (huntap) untuk penyintas korban bencana longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menemui titik terang. Lahan yang akan digunakan untuk pemukiman baru itu segera memasuki tahapan cut and fill.

Lokasi pembangunan hunian tetap untuk penyintas korban longsor itu berada di Kampung Bojong Huni, RT 02, RW 02, Desa Cibenda yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari Kampung Gintung yang sudah terkubur longsor. Luasannya mencapai 3.600 meter persegi. 

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman KBB Anni Roslianti mengatakan, pihaknya saat ini masih menyusun dokumen lelang untuk pengerjaan cut and fill di lokasi relokasi rumah yang sudah ditetapkan. Cut and fill adalah proses pengerukan dan penimbunan lahan untuk menyiapkan fondasi pemukiman baru yang aman, stabil, dan bebas dari risiko bencana lanjutan.

"Kan sudah dibeli sama Pemda, sekarang mau lelang cut and fill. Baru mau proses lelang. Targetnya penyelesaian tiga bulan," kata Anni saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).

Dirinya mengatakan, pengadaan lahan untuk hunian tetap penyintas korban bencana itu sudah dilakukan tahun 2025. dalam proses pengadaan lahan untuk korban bencana ini tentunya pihaknya membutuhkan tahapan yang cukup panjang. Dari mulai studi kelayakan untuk memastikan keamanan dan keselamatan hingga dokumen persiapan pengadaan dan hasil perhitungan harga dari tim appraisal.

Setelah proses cut and fill rampung, maka tahapan selanjutnya akan dilakukan pembangunan rumah yang akan dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ada 27 unit rumah yang akan dibangun untuk penyinta korban longsor dua tahun lalu.

"Untuk relokasi rumahnya itu ada 27 KK (kepala keluarga). Kalau yang membangun itu nanti BNPB, kami bagian pengadaan lahan dan cut and fill," ujar Anni.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Oknum Pegawai Catut Nama Pejabat Pemkot Surabaya untuk Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan
• 4 jam lalu
0
thumb
Pasha Ungu Ingin Kiesha Alvaro Lanjutkan Pendidikan: Setidaknya Jadi Sarjana
• 12 jam lalu
0
thumb
Ini Daftar Lengkap Saham yang Dikuasai Danantara di Pasar Modal
• 20 jam lalu
0
thumb
Dear Warga Indonesia, Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara karena Karhutla
• 19 jam lalu
0
thumb
Trending tvOnews.com: Harga Pangan Nasional per 9 Agustus, Ucapan HUT RI ke-81, hingga Viral Foto Pengantin "Yank Uwes Yank"
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.