Kebakaran Lahan di Kawasan Gunung Bromo Meluas hingga Mencapai 520 Hektar

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS — Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membenarkan bahwa luas area terdampak kebakaran lahan di wilayah taman nasional tersebut diperkirakan mencapai 520 hektar. Hingga Minggu (9/8/2026) malam, upaya penanganan terhadap kebakaran itu masih terus dilakukan.

”Iya 520 hektar. Perkembangannya, saat ini masih dalam proses penanganan,” ujar Kepala Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu malam.

Menurut Rudijanta, proses pemadaman difokuskan di wilayah Penanjakan dan B29. Kebakaran di area lainnya telah padam karena materialnya sudah habis terbakar.  

Berdasarkan pantauan pada Minggu siang, tebing Kaldera Tengger yang terbakar tambak berwarna abu-abu kehitaman. Saat itu, pemadaman menggunakan helikopter terus dilakukan. Helikopter hilir mudik mengambil air dari Ranu Kumbolo, lalu terbang mengarah ke lokasi titik api yang sulit dijangkau pemadaman dari darat.

Rudijanta menuturkan, ada tiga helikopter yang dilibatkan untuk pemadaman. Ketiga heli itu, yakni REG:PK-DBM AS35 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dua lainnya, yaitu HU-4206 dan HU-4205 milik TNI Angkatan Laut, telah memulai water bombing sejak Jumat (7/8/2026).

Sementara itu, pada Minggu siang, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau kebakaran di TNBTS di wilayah Probolinggo. Dikutip dari Kompas.com, Emil mengatakan, luasan lahan terdampak naik dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya 250 hektar.

Menurut Emil, sebagian lahan yang terbakar sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan dari TNBTS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, dan Polri. Untuk memastikan hal itu, tim terus bergerak melakukan pengawasan di titik-titik yang sudah padam ataupun titik yang saat ini masih terbakar.

Baca JugaKebakaran Lahan Meluas, Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Petugas juga sudah membuat sekat bakar sepanjang 6 kilometer mengarah ke selatan atau Lumajang. Nantinya, 10 personel akan bergantian patroli memastikan api tidak melompati sekat bakar tersebut. ”Kita lihat bersama di titik ini yang sempat terbakar sudah padam, tapi kita tidak bisa tenang,” katanya.

Emil juga meminta para petugas mengantisipasi lokasi yang sempat terbakar agar dipastikan tidak ada api lagi sekecil apa pun. Sebab, api kecil ketika diterpa angin kencang tetap bisa memicu kebakaran lagi yang lebih besar. ”Yang harus kita waspadai adalah titik yang sepertinya sudah padam ternyata masih ada titik api kecil karena di bawah masih panas,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penutupan kawasan wisata Gunung Bromo, sejumlah wisatawan mengaku bisa memaklumi kebijakan tersebut. Lely, salah satu wisatawan asal Jember, Jatim, menuturkan, dirinya berencana berkunjung ke Bromo pada 23 Agustus 2026.

Setelah peristiwa kebakaran, Lely pun telah menghubungi pihak agen perjalanan wisata terkait apa yang terjadi di Bromo. Menurut rencana, Lely akan ke Bromo berlima dengan anggota keluarganya.

”Tanggal 23 Agustus check ini ke penginapan dan menuju Bromo pada 22 Agustus dini hari. Tadi sudah ngecek ke trip (agen), dia bilang nunggu perkembangan tiga-enam hari dulu. Nanti akan dikabari lagi bagaimana selanjutnya,” ucapnya.

Baca JugaKebakaran di Bromo Meluas 176 Hektar, Api Mengarah ke Bukit B29

Seperti diberitakan sebelumnya, kawasan wisata Bromo ditutup sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Penutupan total semua akses masuk hingga batas waktu yang belum ditentukan itu dilakukan menyusul kondisi kebakaran lahan yang kian meluas.

Sebelum ditutup total, BBTNBTS hanya menutup akses dari Coban Trisula di Kabupaten Malang dan Senduro di Lumajang. Sementara itu, akses dari Wonokitri di Pasuruan dan Cemoro Lawang di Probolinggo tetap dibuka dengan batas kunjungan hanya sampai lautan pasir.

Menurut Rudijanta, penutupan kawasan wisata Bromo dilakukan agar upaya pemadaman berjalan efektif. Penutupan juga dilakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung.

”Penutupan dilakukan sejak Sabtu tanggal 8 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut,” ujarnya.

Yang harus kita waspadai adalah titik yang sepertinya sudah padam ternyata masih ada titik api kecil karena di bawah masih panas.

Rudijanta menuturkan, bagi pengunjung yang telah memesan tiket secara daring untuk kunjungan selama penutupan, mereka diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang atau pengembalian uang dengan melengkapi formulir yang akan disampaikan melalui aplikasi pemesanan daring (booking online) TNBTS.

Pihak Balai Besar TNBTS pun meminta masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata untuk tidak beraktivitas di dalam kawasan TNBTS dan tetap menjaga kawasan TNBTS dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saat Ribuan Pesilat Unjuk Jurus di CFD Bundaran HI, Bawa Semangat Lestarikan Budaya
• 11 jam lalu
0
thumb
Link dan Cara Mudah Live Streaming Resmi Manchester City Vs Atletico Madrid
• 9 jam lalu
0
thumb
Jadwal MotoGP Inggris 2026 Malam Ini dan Live Streaming: Veda Ega Balapan Pukul 20.30 WIB
• 4 jam lalu
0
thumb
Tak Hadir di Ultah Gala Sky, Doddy Sudrajat dan Mayang Ternyata Siapkan Hadiah dari Tanah Suci
• 14 jam lalu
0
thumb
Cristiano Ronaldo Dihujat, Nama Lionel Messi Ikut Terseret
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.