HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar mulai memasuki fase penting menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Pemusatan latihan di Yogyakarta menjadi kesempatan bagi Pasukan Ramang untuk mempercepat pembentukan tim sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tiga pertandingan awal yang tidak mudah.
PSM akan langsung menghadapi juara bertahan Persib Bandung pada laga pembuka di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9/2026).
Setelah itu, Pasukan Ramang mendapat keuntungan dengan menjalani dua pertandingan kandang secara beruntun. Arema FC akan menjadi lawan pada 13 September, sebelum Persita Tangerang datang ke markas PSM pada 19 September 2026.
Tiga pertandingan tersebut menjadi ujian awal bagi tim asuhan Darije Kalezic.
PSM harus bermain tandang melawan Persib, kemudian dituntut mengamankan poin penuh ketika menjamu Arema dan Persita.
Target realistis pun mulai dibidik. PSM diharapkan mampu mengamankan sedikitnya tujuh poin dari tiga pertandingan tersebut.
Artinya, hasil imbang di Bandung menjadi salah satu opsi yang cukup realistis. Setelah itu, kemenangan atas Arema dan Persita menjadi target yang harus diwujudkan ketika bermain di hadapan publik sendiri.
Jika skenario tersebut terealisasi, PSM akan mengawali musim dengan tujuh poin dari tiga pertandingan.
Bagi Pasukan Ramang, raihan tersebut bisa menjadi fondasi penting untuk menjalani kompetisi yang panjang dan diprediksi semakin kompetitif.
Persib Jadi Ujian PertamaPersib menjadi tantangan pertama sekaligus pertandingan paling berat dalam tiga laga awal PSM.
Selain harus bermain di kandang lawan, Maung Bandung datang dengan status juara bertahan. Persib juga diperkirakan tetap menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan papan atas Super League musim depan.
Namun, PSM tidak boleh menjadikan status Persib sebagai alasan untuk kehilangan poin.
Justru pertandingan tersebut bisa menjadi momentum bagi Kalezic untuk mengukur sejauh mana perkembangan timnya setelah menjalani persiapan pramusim.
Suporter PSM, Ulil Amri, menilai pertandingan melawan Persib akan menjadi ujian mental bagi Pasukan Ramang.
Menurutnya, hasil positif di Bandung bisa memberikan kepercayaan diri besar kepada pemain untuk menjalani pertandingan berikutnya.
“Pasti ini akan menjadi pertandingan yang seru. Karena kan ini big match. Jadi kalau PSM bisa menang di pertandingan ini, apalagi kan tandang, pasti mentalnya akan bagus,” ujarnya.
Bagi PSM, satu poin di Bandung juga bukan hasil buruk.
Jika mampu menahan Persib dan kemudian mengamankan dua kemenangan di kandang, target tujuh poin dapat tercapai.
Skenario tersebut tentu menjadi modal yang sangat baik untuk mengawali perjalanan panjang musim 2026/2027.
Arema dan Persita Wajib DiantisipasiSetelah menghadapi Persib, PSM memiliki kesempatan untuk mendapatkan kemenangan pertama di kandang.
Arema FC akan menjadi lawan pada 13 September.
Pertandingan ini memiliki arti penting karena PSM tidak boleh kehilangan poin setelah menjalani laga tandang di Bandung.
Dukungan suporter di kandang diharapkan menjadi energi tambahan bagi pemain.
Namun, Arema tetap bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Persaingan Super League musim depan diprediksi berlangsung ketat. Hampir semua klub melakukan pembenahan skuad dan berusaha meningkatkan kualitas tim.
Ulil Amri juga melihat kompetisi musim depan bakal jauh lebih kompetitif.
“Musim depan ini kan klub-klub lain sudah bagus semua. Saya kira bakalan lebih kompetitif lah dibanding musim kemarin. Karena kita lihat semuanya bagus ini,” katanya.
Empat hari setelah menghadapi Arema, PSM kembali bermain di kandang.
Persita menjadi lawan berikutnya pada 19 September.
Duel tersebut menjadi peluang bagi Pasukan Ramang untuk mengamankan tiga poin kedua di hadapan pendukung sendiri.
Jika mampu mengalahkan Arema dan Persita, kemudian membawa pulang satu poin dari Bandung, PSM akan mengumpulkan tujuh poin.
Target tersebut tentu bukan perkara mudah, tetapi juga bukan sesuatu yang mustahil.
Persiapan Baru 40 PersenPersoalan terbesar PSM saat ini justru berada pada proses pembentukan skuad.
Darije Kalezic mengakui persiapan tim baru mencapai sekitar 40 persen.
Menurutnya, persiapan yang telah berjalan sekitar tiga pekan baru menyelesaikan satu dari empat tahapan yang telah dirancang.
“Terkait persiapan, sejauh ini sekitar 40 persen. Ini baru menyentuh satu part dari empat tahapan yang akan kami lakukan,” ujar Kalezic.
Situasi tersebut membuat TC di Yogyakarta menjadi sangat penting.
Kalezic memiliki waktu sekitar dua pekan untuk meningkatkan kondisi fisik pemain, mematangkan taktik, sekaligus membangun chemistry antarpemain.
Lebih penting lagi, PSM berharap skuad yang dibawa ke Yogyakarta sudah lebih lengkap.
“Kami melakukan ini dengan tim yang belum komplit. Kami juga sudah dibantu oleh enam pemain akademi, akan tetapi itu juga belum cukup,” terang Kalezic.
Pelatih asal Belanda tersebut juga masih membutuhkan tambahan pemain di hampir seluruh sektor.
Satu-satunya posisi yang dianggap sudah cukup adalah penjaga gawang.
PSM memiliki Hilmansyah, M Ardiansyah, Syaiful Syamsuddin, dan Putro Nugroho untuk mengisi sektor tersebut.
“Kami masih membutuhkan pemain di semua lini, kecuali penjaga gawang. Tetapi dari sana (Jogja) kami ingin selangkah lebih maju dalam persiapan, untuk menyambut musim mendatang,” katanya.
Kondisi tersebut membuat Kalezic harus bekerja cepat.
Waktu menuju pertandingan pertama semakin dekat, sementara komposisi skuad belum sepenuhnya final.
Kehadiran pemain baru, termasuk Arkhan Kaka, diharapkan dapat menambah pilihan sekaligus memperkuat kedalaman skuad.
Kalezic Jadi TumpuanDi tengah proses pembentukan tim, sosok Kalezic menjadi salah satu tumpuan harapan suporter.
Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma, optimistis PSM dapat tampil lebih baik musim depan.
Salah satu alasannya adalah pengalaman Kalezic bersama PSM.
“Saya sih optimis musim depan PSM akan bisa bicara lebih banyak ya. Apalagi kan Darije ini sudah kenal betul dengan PSM, jadi dia sudah tahu lah bagaimana kebutuhan PSM,” ucapnya.
Namun, Sadakati mengingatkan bahwa target tersebut hanya bisa dicapai jika seluruh elemen klub bekerja maksimal.
“Tentu saja kami berharap semua pihak di klub ini bekerja maksimal. Karena tidak ada gunanya juga kalau hanya pemain yang bekerja sendirian,” tegasnya.
Hal serupa disampaikan anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas.
Menurutnya, PSM harus memanfaatkan masa persiapan sebaik mungkin agar tidak kembali menjadikan proses adaptasi sebagai alasan ketika kompetisi sudah berjalan.
“Ini memang harus dilakukan sebelum kompetisi bergulir. Kami tidak mau ada alasan-alasan lagi ketika kompetisi sudah berjalan, karena hasil yang tidak sesuai harapan,” katanya.
Sulyadi menilai manajemen telah berusaha memenuhi kebutuhan yang diminta tim pelatih.
Karena itu, jajaran pelatih kini dituntut membuktikan hasil dari persiapan tersebut.
“Ini kan manajemen sepertinya sudah menuruti apa yang menjadi keinginan pelatih. Jadi semoga saja semuanya berjalan sesuai dengan harapan di musim depan,” harapnya.
Tujuh Poin Jadi Modal AwalTarget tujuh poin dari tiga pertandingan awal bukan sekadar angka.
Raihan tersebut akan memberikan PSM pijakan yang lebih baik sebelum memasuki rangkaian pertandingan yang jauh lebih berat.
Setelah menghadapi Persib, Arema, dan Persita, PSM masih harus berhadapan dengan sejumlah tim kuat seperti Persebaya, Borneo FC, Persija Jakarta, Bali United, hingga Persib pada putaran kedua.
Karena itu, awal musim harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
PSM tidak harus memenangkan semua pertandingan. Namun, kehilangan poin di kandang sendiri harus dihindari.
Persib menjadi laga untuk menunjukkan keberanian.
Arema menjadi kesempatan meraih kemenangan pertama.
Persita menjadi peluang untuk menyempurnakan target.
Tiga pertandingan, tujuh poin.
Itulah tantangan awal yang menunggu Pasukan Ramang.
Dan sebelum target tersebut dikejar di lapangan, Darije Kalezic harus lebih dulu memastikan satu hal: skuad PSM benar-benar siap.
Dua pekan TC di Yogyakarta menjadi kesempatan untuk mengubah persiapan yang baru mencapai 40 persen menjadi tim yang siap bertarung.
Sebab, ketika kompetisi dimulai, tidak ada lagi ruang untuk alasan.
Persib sudah menunggu.
Kemudian Arema dan Persita.
Tiga laga awal akan menjadi gambaran seberapa jauh PSM mampu berkembang di bawah Kalezic.
Jika tujuh poin berhasil diamankan, Pasukan Ramang akan memiliki modal kuat untuk menatap musim 2026/2027.
Namun jika gagal, tekanan akan datang lebih cepat.
Kini, semuanya dimulai dari Yogyakarta.
Tiga laga. Tujuh poin. PSM harus siap sejak pekan pertama.





Komentar (0)