Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak dokumen 15 poin yang disusun Board of Peace (BoP) Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan ditarik dari Jalur Gaza sebelum persenjataan kelompok Hamas dilucuti sepenuhnya.
"Israel menolak dokumen 15 poin yang dipublikasikan oleh Board of Peace Gaza," kata Netanyahu dalam pernyataan video setelah dimulainya rapat kabinet, seperti dikutip harian Yedioth Ahronoth, Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurut Netanyahu, militer Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan hingga Hamas benar-benar menyerahkan seluruh persenjataannya.
"Militer Israel tidak akan melakukan penarikan apa pun sampai Hamas dilucuti. Pelucutan itu harus mencakup senjata berat maupun senjata yang lebih ringan. Kami menginginkan pelucutan senjata yang nyata, bukan pelucutan senjata semu," tegasnya.
Netanyahu mengatakan pemerintah Israel masih melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait rencana tersebut.
Ia menyebut Washington telah mengajukan sejumlah gagasan, namun hanya sebagian yang dapat diterima oleh pemerintah Israel.
Penolakan itu muncul setelah BoP Gaza pada 31 Juli lalu merilis rancangan kesepakatan yang memuat prinsip-prinsip serta mekanisme pelaksanaan tahap berikutnya dari rencana Gaza yang diusulkan Presiden Trump.
Dokumen tersebut mencakup pengaturan keamanan, administrasi, dan masa transisi di Jalur Gaza, serta mengusulkan jalur politik untuk penyelesaian konflik.
Baca juga: Israel Pertimbangkan Ganti Sebagian Tentara di Gaza dengan Pasukan Multinasional





Komentar (0)