ABG Pelaku Penembakan Maut di Sekolah Thailand Suka Nonton Konten Kekerasan

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Remaja 14 tahun pelaku penembakan maut di sekolah Thailand ternyata pernah menonton video kekerasan secara online. Pelaku juga disebut pernah membawa pistol BB ke sekolah.

Dilansir AFP dan Reuters, Minggu (9/8/2026), pihak berwenang menyebut pelaku remaja tersebut menembak kakek-neneknya menggunakan pistol milik sang kakek di rumah mereka di sebelah utara Bangkok pada hari Jumat, sebelum melakukan aksi penembakan membabi-buta di sekolah menengahnya hingga akhirnya mengakhiri hidupnya.

Seorang siswi berusia 12 tahun yang terluka dalam penembakan di sekolah tersebut meninggal dunia pada hari Sabtu. Sementara lima guru dan staf sekolah tewas pada hari Jumat.

Para penyelidik telah memeriksa 17 saksi dalam peristiwa tersebut. Penyelidik juga meneliti komputer dan ponsel remaja tersebut untuk menentukan penyebab sebenarnya dari penembakan itu.

Baca juga: 14 Orang Masih Dirawat Akibat Penembakan Maut di Sekolah Thailand, 7 Kritis

"Kami memeriksa PC miliknya dan menemukan riwayat bahwa ia menonton video kekerasan di media sosial," kata Wakil komandan polisi untuk wilayah sekitar ibu kota, Atthapol Anusit.

"Dari keterangan anak-anak lain, kami mengetahui bahwa ia pernah membawa pistol BB ke sekolah tahun lalu, namun disita oleh seorang guru," sambungnya.

Menurut Atthapol, saksi mata mengatakan pelaku remaja itu telah tertarik pada senjata api selama sekitar satu atau dua tahun terakhir. Ia menambahkan bahwa ia belajar cara menggunakannya dengan menonton konten di media sosial.

"Berdasarkan keterangan saksi, pelaku sudah mulai menunjukkan minat untuk mempelajari penggunaan senjata api sejak beberapa waktu lalu, yakni sekitar satu hingga dua tahun," ujar Atthapol Anusit.

Baca juga: Horor Penembakan Sekolah Thailand, Siswa Kabur Memanjat Pagar

Ia juga menambahkan belum ada bukti yang menunjukkan ia pernah berlatih menembak.

Anak tersebut telah tinggal bersama kakek-neneknya sejak berusia dua tahun setelah orang tuanya berpisah.

Ia mengatakan bahwa sebuah pisau juga ditemukan di dalam tas remaja tersebut, sementara bukti lain yang ditemukan di tempat kejadian perkara meliputi senjata api, selongsong peluru, dan sebuah komputer pribadi (PC).

Ayah remaja tersebut menyampaikan permintaan maaf "kepada masyarakat atas perbuatan anak saya" pada hari Jumat, menurut laporan media setempat.

Sementara itu, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengatakan bahwa remaja itu mengalami stres terkait sekolah, dan mendiang neneknya adalah mantan guru yang "cukup keras mendidiknya soal belajar".

Lihat juga Video: Pelaku Penembakan di Thailand Ternyata Juga Bunuh Kakek-Neneknya




(yld/idn)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ferran Torres Ingin Tinggalkan Barcelona untuk Gabung PSG
• 17 jam lalu
0
thumb
Geger! Mayat Pria Ditemukan di Sungai Denai, Diduga Tewas Tersengat Alat Setrum Ikan
• 5 jam lalu
0
thumb
Arab Saudi Sambut Baik Pernyataan DK PBB yang Kecam Serangan Houthi
• 14 jam lalu
0
thumb
Temuan Senjata, Sekolah Islam Harapan Ibu Terapkan Pembelajaran Online Sepekan
• 3 jam lalu
0
thumb
DPR Minta Rencana Kenaikan Gaji Kepala Daerah Pertimbangkan Kondisi Fiskal: Harus Ada Parameter Objektif
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.