Eko Suwanto Serahkan Peralatan Mitigasi Bencana untuk 7 Kelurahan di Yogya

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan bencana kepada tujuh kelurahan di Kota Yogyakarta, Sabtu (8/8/2026). Bantuan yang difasilitasi BPBD DIY dengan dukungan DPRD DIY tersebut ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.

Tujuh penerima bantuan tersebut yakni Kaltana Demangan, Kaltana Kotabaru, Kaltana Rejowinangun, FPRB Semaki, Kaltana Gunungketur, Kaltana Wirobrajan, dan FPRB Panembahan.

Eko mengatakan terdapat 13 jenis peralatan penanggulangan bencana yang disalurkan. Peralatan tersebut meliputi genset, tenda, angkong, kabel listrik, sarung tangan, jas hujan, helm safety, sepatu boot, parang, linggis, chainsaw, sekop, dan lampu tembak.

"Kesiapsiagaan masyarakat untuk hadapi situasi dampak bencana penting selalu dikerjakan. Terima kasih kepada BPBD DIY yang telah fasilitasi alat penanggulangan bencana, semoga bermanfaat wujudkan Yogyakarta tangguh hadapi bencana," kata Eko.

Penyerahan peralatan dilakukan secara simbolis bersama Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata. Eko meminta bantuan tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga dapat mendukung kerja masyarakat dan relawan ketika melakukan mitigasi maupun menghadapi kondisi darurat.

"Kita bantu 13 jenis peralatan penanggulangan bencana, yaitu genset, tenda, angkong, kabel listrik, sarung tangan, jas hujan, helm safety, sepatu boot, parang, linggis, chainsaw, sekop dan lampu tembak. Bantuan ini menyusul sebagian besar Kaltana/Forum PRB tahun-tahun sebelumnya. Semoga bermanfaat bagi masyarakat, memperkuat ketangguhan masyarakat hadapi bencana," ujar Eko.

Menurut Eko, penguatan kesiapsiagaan semakin penting karena DIY menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau. Ia mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konkret dan responsif untuk mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.

"Potensi ancaman ini memerlukan kewaspadaan tinggi serta kolaborasi lintas sektor agar masyarakat terlindungi dari dampak buruk kekeringan, terutama terhadap sektor pangan, ketersediaan air, dan kesehatan," katanya.

Berdasarkan paparan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi DIY Mamenun, kondisi musim kemarau telah memasuki dasarian ketiga dan situasi iklim serta ancaman hidrometeorologi perlu mendapat perhatian serius. Wilayah DIY saat ini juga menghadapi sebaran curah hujan yang sangat rendah.

"Belajar dari catatan historis kekeringan skala nasional pada tahun 2015, 2019, serta 2023, koordinasi antisipasi sejak dini menjadi krusial," kata Mamenun.

Menurut Mamenun, meski secara historis Oktober mulai memasuki musim hujan, DIY diprediksi masih menghadapi musim kemarau dengan deret hari tanpa hujan yang panjang.

"Fenomena puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus ini dapat berlangsung hingga 21 dasarian atau berkisar antara akhir Oktober hingga awal November 2026," ujarnya.

Kondisi tersebut membutuhkan mitigasi di sejumlah sektor. Pada sektor pangan, pemerintah dan petani perlu menyesuaikan jadwal tanam serta memilih varietas tanaman yang tahan kering. Pengelolaan sumber daya air juga perlu diarahkan pada revitalisasi waduk, perbaikan jaringan irigasi, serta langkah-langkah untuk menjaga ketersediaan air.

Eko mengatakan kondisi tersebut juga harus diantisipasi melalui perencanaan anggaran penanggulangan bencana yang memadai. Menurutnya, sektor kebencanaan perlu mendapat alokasi anggaran yang proporsional agar pemerintah daerah memiliki kesiapan fiskal untuk merespons kondisi di lapangan secara cepat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan penyaluran peralatan tersebut ditujukan untuk menunjang operasional relawan di tingkat masyarakat, baik dalam kegiatan mitigasi maupun penanganan darurat bencana.

"Garda terdepan di dalam penanggulangan bencana adalah teman-teman relawan dengan backup kami di pemerintah. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan untuk bersama-sama mendorong dan memberikan apresiasi kepada masyarakat agar selalu dalam suasana kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana," ujar Ruruh.

Ruruh mengatakan pengadaan peralatan pendukung penanggulangan bencana tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kemitraan antara BPBD DIY dan DPRD DIY. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah DIY.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Siapkan Pesta Rakyat, Pemerintah Resmi Tutup Pendaftaran Undangan HUT RI ke-81
• 2 jam lalu
0
thumb
5 Laptop Terbaik untuk Awal Karier, Cara Memilih Perangkat yang Mengikuti Perkembangan Pekerjaan hingga Bertahun-tahun
• 19 jam lalu
0
thumb
Dicari Semalaman, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas di Waduk Kedungombo Sragen
• 30 menit lalu
0
thumb
Kebakaran SPBU Cemplang Bogor Diduga akibat Korsleting Listrik Mobil
• 14 jam lalu
0
thumb
Anak Ungkap Kondisi Joe Biden Melemah Akibat Kanker Mulai Menyebar
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.