Jelang Asian Games 2026, Teqball Indonesia Matangkan Persiapan di Surabaya

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Tim nasional teqball Indonesia menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Surabaya sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

Pelatnas yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir para atlet sebelum tampil dalam ajang multievent Asia. Indonesia akan mengirimkan lima atlet teqball ke Asian Games 2026.

Harry Warganegara Wakil Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Aichi-Nagoya mengatakan, teqball memang tergolong sebagai cabang olahraga baru dalam ajang multievent.

“Memang boleh dibilang teqball ini olahraga yang baru. Tapi boleh dilihat bahwa di SEA Games 2026 kemarin, prestasinya sudah luar biasa. Walaupun belum yang terbaik, tapi pasti kita akan menuju ke sana,” kata Harry saat hadir dalam Kejurnas Teqball di Unesa pada Minggu (9/8/2026) siang.

Dalam SEA Games 2025 di Thailand, Indonesia mengamankan tiga medali perak dan dua perunggu dari cabang teqball. Hasil tersebut dinilai menjadi modal untuk meningkatkan prestasi di Asian Games 2026.

Pada Asian Games 2026, terdapat lima nomor yang dipertandingkan dalam cabang olahraga teqball. Indonesia memiliki kesempatan untuk memilih tiga nomor yang akan diikuti.

Hal ini sebagai bagian dari strategi untuk memaksimalkan peluang meraih medali. Harry mengatakan, strategi itu salah satunya mempertimbangkan peta persaingan dengan Thailand yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama teqball.

Ilustrasi – Zahrotus Syifa atlet tunggal putri teqball Indonesia ketika berkompetisi dalam Asian Youth Games Bahrain 2025. Foto: NOC Indonesia/Naif Muhammad Al As

Dengan strategi pemilihan nomor pertandingan tersebut, Harry optimistis peluang atlet Indonesia untuk menembus final terbuka cukup besar.

“Kepada atlet-atlet yang akan berangkat, kami mengucapkan selamat berlatih. Disiapkan dengan baik,” katanya.

Persiapan tim juga diperkuat dengan kehadiran Gabriella Kota pelatih asal Hungaria. Kota didatangkan untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan teknis kepada para atlet Indonesia selama menjalani Pelatnas.

Harry menjelaskan, pembinaan teknis atlet menjadi tanggung jawab pengurus cabang olahraga, manajer, dan pelatih. Sementara tim CdM dan NOC Indonesia akan memberikan dukungan dari sisi nonteknis.

“Kami dari NOC Indonesia maupun tim CDM sifatnya adalah membantu atlet-atlet yang akan bertanding nanti dari segi nonteknis,” jelasnya.

Dukungan nonteknis tersebut mencakup berbagai kebutuhan atlet selama mengikuti Asian Games, mulai dari keberangkatan, akomodasi, transportasi hingga kebutuhan makanan.

Harry menyebut Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 akan diperkuat 432 atlet dan 148 official. Dari jumlah tersebut, lima atlet berasal dari cabang olahraga teqball.

Ia juga berharap pelaksanaan Pelatnas teqball di Surabaya dapat berjalan optimal sehingga para atlet memiliki kesiapan yang matang saat tampil di Asian Games 2026. (saf/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Beda dari Shaolin Soccer, Stephen Chow Ceritakan Film Garapan Terbarunya Kung Fu Soccer
• 19 jam lalu
0
thumb
Masuki Usia ke-28 tahun, IJTI Berkomitmen Menjaga Marwah Jurnalisme Televisi Dan Demokrasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Pramono Anung Buka Suara soal Kebakaran Gedung Bapenda DKI: 1.000 ASN Terdampak
• 12 jam lalu
0
thumb
Jadwal MotoGP Inggris 2026 Malam Ini dan Live Streaming: Veda Ega Balapan Pukul 20.30 WIB
• 4 jam lalu
0
thumb
Unilever Indonesia Buka Lowongan Kerja Agustus 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.