580 Siswa Sekolah Harapan Ibu PJJ Sepekan Usai Temuan 995 Senjata

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 580 siswa Sekolah Harapan Ibu, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, akan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan mulai Senin (10/8/2026).

PJJ diterapkan pada 10-14 Agustus 2026 menyusul penemuan ratusan senjata di sejumlah ruangan sekolah.

Yayasan menyebut kebijakan tersebut diberlakukan untuk memberi waktu kepada aparat kepolisian melakukan sterilisasi sekaligus memastikan keamanan siswa dan tenaga pendidik.

Keputusan PJJ disampaikan Kuasa Hukum Yayasan Sekolah Harapan Ibu, Hermawanto, dalam konferensi pers di Savannah Cafe & Resto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Usai Temuan 995 Senjata, Yayasan Sekolah Harapan Ibu Minta Perlindungan KPAI hingga Kemendikdasmen

"Jadi selama satu minggu ke depan, hari Senin sampai hari Jumat tanggal 10 sampai tanggal 14 Agustus sekolah dilaksanakan dengan cara PJJ atau daring," kata Hermawanto.

Menurut Hermawanto, masih terdapat sejumlah ruangan di sekolah yang belum dapat diakses.

Dua ruangan masih dipasangi garis polisi, sedangkan satu ruangan lainnya merupakan bagian keuangan dan tidak diberi police line.

Kondisi tersebut membuat pihak yayasan meminta kepolisian segera melakukan sterilisasi terhadap seluruh area sekolah yang belum dapat dipastikan keamanannya.

Baca juga: 995 Air Soft Gun Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Eks Ketua Yayasan Bakal Diperiksa

Hermawanto mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan terkait permintaan tersebut.

Kepolisian, kata dia, telah merespons dan akan berkoordinasi dengan unsur lain yang memiliki keahlian untuk melakukan pemeriksaan.

"Polres Metro Jakarta Selatan sudah menyatakan berjanji dengan saya, sudah dikomunikasikan dan tunggu waktunya kami akan lakukan segera," ujar dia.

Hermawanto berharap proses tersebut dapat dilakukan selama masa PJJ sehingga setelah satu pekan sekolah sudah memiliki kepastian mengenai kondisi keamanan lingkungan belajar.

Ia mengatakan, PJJ bukan sekadar penghentian sementara kegiatan tatap muka, melainkan bagian dari upaya memberikan waktu kepada aparat untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya di area sekolah.

"Jadi selama proses itu, maka biar pasti juga anak didik silakan belajar melalui PJJ atau jarak jauh secara daring," ucap dia.

Selain berkoordinasi dengan kepolisian, pihak yayasan akan mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meminta perlindungan hukum.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Temuan 995 Air Soft Gun di Sekolah Swasta Jaksel Bermula dari Pemecatan Ketua Yayasan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BGN Tegaskan Penanggung Jawab Sekolah Wajib Cek Makanan Sebelum Dibagikan
• 8 jam lalu
0
thumb
OpenAI Hapus Batas Percakapan ChatGPT Gratis
• 56 menit lalu
0
thumb
Seskab: Mutu Sekolah Rakyat tak kalah dari sekolah lain
• 21 jam lalu
0
thumb
Athlon GMSB Kuningan Resmi Dibuka! Sediakan Lapangan Pickleball, Badminton hingga Voli
• 7 jam lalu
0
thumb
Said Didu soal Skripsi Jokowi Dispesialkan UGM: Semuanya Akan Terbuka
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.