Seperti di Timnas Indonesia, STY Siap Merevolusi Karakter dan Mental Persija Jakarta, Pramono: Harus Juara Musim Depan

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Shin Tae-yong datang ke Persija Jakarta bukan sekadar membawa pengalaman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia juga membawa tantangan besar untuk mengubah karakter dan mental Macan Kemayoran agar mampu kembali menjadi penguasa kompetisi domestik.

Target tersebut semakin tegas setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Shin Tae-yong membawa Persija Jakarta meraih gelar juara Super League 2026/2027.

Bagi Pramono, gelar juara bukan hanya tentang prestasi olahraga. Trofi Super League musim depan diharapkan menjadi hadiah istimewa bagi Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun.

Harapan besar itu disampaikan Pramono setelah Persija menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala dengan kontrak tiga musim.

Kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut langsung meningkatkan ekspektasi terhadap Macan Kemayoran. Shin dinilai memiliki pengalaman membangun karakter tim, termasuk ketika menangani Timnas Indonesia.

Pramono pun berharap pengalaman tersebut bisa diterapkan di Persija.

“Terus terang, begitu Shin Tae-yong dipilih, saya punya harapan bahwa Persija di liga tahun ini mudah-mudahan enggak seperti liga yang lalu, juara tiga. Saya ingin merasakan juara liga dan sekaligus adalah kado 500 tahun Jakarta,” ujar Pramono Anung dalam acara kolaborasi Bank Jakarta dan Persija, Minggu (9/8/2026).

Permintaan tersebut sekaligus menjadi tantangan pertama bagi Shin Tae-yong.

Persija memang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu klub besar Indonesia. Namun, untuk kembali menjadi juara, Macan Kemayoran tidak cukup hanya mengandalkan nama besar.

Konsistensi, karakter, mental bertanding, serta kemampuan menghadapi tekanan sepanjang musim akan menjadi faktor penting.

Shin Tae-yong memahami persoalan tersebut.

Selama menangani Timnas Indonesia, salah satu pendekatan yang dikenal dari pelatih berusia 57 tahun tersebut adalah membangun kedisiplinan, keberanian bermain, serta mental kompetitif pemain.

Kini, pendekatan serupa akan dibawa ke level klub.

Shin tidak hanya dituntut menyusun strategi pertandingan, tetapi juga membentuk tim yang memiliki mental untuk mengejar kemenangan dalam setiap pertandingan.

Tantangan tersebut tidak ringan karena Super League 2026/2027 diprediksi kembali berlangsung kompetitif. Persija harus berhadapan dengan klub-klub besar yang juga melakukan pembenahan skuad dan mendatangkan pemain berkualitas.

Karena itu, revolusi Shin Tae-yong di Persija tidak hanya akan berlangsung di lapangan latihan.

Ia harus membangun budaya baru di dalam tim.

Pemain harus memiliki keberanian untuk bermain dalam tekanan, tidak mudah kehilangan konsentrasi, serta mampu mempertahankan performa ketika menghadapi pertandingan sulit.

Target juara pun secara terbuka diterima Shin.

“Mulai dari tadi, memang Bapak Pramono Anung bicara beberapa kali tentang juara. Ya, saya juga datang ke Persija Jakarta untuk juara. Jadi akan memberikan kebahagiaan kepada masyarakat Jakarta,” tegas Shin Tae-yong.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Shin datang ke Persija dengan target yang jelas.

Ia tidak ingin menjadikan musim 2026/2027 sebagai sekadar periode adaptasi. Gelar juara menjadi sasaran utama.

Namun, Shin juga menyadari bahwa target tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh elemen Persija.

Ia secara khusus meminta masyarakat Jakarta dan Jakmania memberikan dukungan penuh.

“Dengan Bapak Gubernur dan masyarakat Jakarta, klub, plus ada Jakmania, kalau misalnya menjadi satu, pasti Persija Jakarta akan bisa juara. Mohon dukungan yang penuh kepada kami, Persija,” tutur Shin.

Dukungan tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses membangun kembali mental Persija.

Aktif Berbenah di Bursa Transfer

Persija juga menunjukkan keseriusan dalam memenuhi target juara melalui aktivitas di bursa transfer.

Macan Kemayoran sejauh ini telah mendatangkan sejumlah pemain baru untuk memperkuat skuad.

Empat pemain lokal yang bergabung adalah Nadeo Argawinata, Aqil Savik, Pratama Arhan, dan Victor Dethan.

Sementara itu, enam pemain asing yang didatangkan terdiri dari Kyohei Yoshino, Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, Stjepan Loncar, dan Kwon Chang-hoon.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Persija tidak hanya mengandalkan skuad lama.

Shin ingin memiliki kedalaman tim yang memadai untuk menghadapi kompetisi panjang.

Menariknya, aktivitas transfer Persija kemungkinan belum selesai.

Shin mengungkapkan masih ada peluang dua hingga tiga pemain baru bergabung sebelum kompetisi dimulai.

“Kemungkinan akan ada dua atau tiga pemain baru lagi yang bergabung dengan kami,” ungkap Shin.

Kedatangan pemain baru tersebut akan semakin memperkaya pilihan Shin dalam menyusun komposisi tim.

Namun, kualitas individu tetap harus disatukan dalam sistem permainan.

Di sinilah kemampuan Shin Tae-yong akan diuji.

Memiliki banyak pemain berkualitas tidak otomatis membuat sebuah tim menjadi juara. Shin harus menemukan formula terbaik, membangun chemistry, dan memastikan setiap pemain memahami perannya.

TC Thailand Jadi Langkah Awal

Persiapan menuju Super League 2026/2027 juga dilakukan secara serius.

Setelah meraih posisi ketiga pada Piala Presiden 2026, Persija akan menjalani pemusatan latihan di Thailand.

Skuad Macan Kemayoran dijadwalkan bertolak ke Thailand pada Senin (10/8/2026) dan menjalani TC hingga 23 Agustus 2026.

Pemusatan latihan tersebut akan menjadi kesempatan bagi Shin untuk mulai menerapkan filosofi permainannya secara lebih intensif.

Selain meningkatkan kondisi fisik, Persija juga dijadwalkan menjalani sejumlah pertandingan uji coba.

Laga-laga tersebut penting bagi Shin untuk melihat sejauh mana pemain mampu menerapkan instruksi yang diberikan.

Bagi Persija, musim depan bukan sekadar tentang memperbaiki posisi dari musim sebelumnya.

Ada target yang jauh lebih besar.

Jakarta akan memasuki usia 500 tahun, sementara Persija pada 2028 akan memasuki usia 100 tahun.

Dua momentum tersebut membuat tuntutan terhadap Shin Tae-yong semakin besar.

Pramono Anung ingin gelar Super League menjadi hadiah bagi Jakarta. Shin Tae-yong pun datang dengan tekad yang sama.

Kini, tantangannya adalah bagaimana mengubah ambisi tersebut menjadi performa konsisten selama satu musim penuh.

Shin pernah membangun karakter Timnas Indonesia dari proses panjang. Di Persija, ia kembali menghadapi tugas serupa.

Bedanya, kali ini targetnya lebih konkret: membawa Macan Kemayoran kembali ke puncak sepak bola Indonesia.

Jika berhasil membangun mental juara, memperkuat chemistry pemain, dan menemukan sistem permainan yang tepat, Persija berpeluang menjadi salah satu kekuatan utama Super League 2026/2027.

Namun, semua itu harus dibuktikan di lapangan.

Musim baru segera dimulai.

Dan bagi Shin Tae-yong, revolusi Persija akan dimulai dari satu hal paling mendasar: membangun tim yang tidak hanya ingin menang, tetapi benar-benar memiliki mental untuk menjadi juara.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Iran Sebut Kesepakatan dengan Oman Tinggal Selangkah Lagi, Selat Hormuz Segera Dibuka?
• 10 menit lalu
0
thumb
Biro Umum Komdigi Buka Lowongan Kerja PJLP 2026 untuk SMA-S1 Semua Jurusan, Ini Syaratnya
• 16 jam lalu
0
thumb
Cuaca Jakarta di Akhir Pekan: Berawan, Suhu Capai 34 Derajat
• 17 jam lalu
0
thumb
DPKH Kaltim Membina Peternak Produksi Pakan Awetan untuk Hadapi Kemarau Panjang
• 3 jam lalu
0
thumb
Satu Tahun Mengabdi, PRI Jabar Ingin Jadi Rumah Besar Rakyat
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.