Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pendampingan pengembangan dan pengolahan hasil laut melalui Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut di Kampung Tua Terih, Batam, guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Sabar Yudo Suroso mengatakan Kampung Bahari Si Pelaut memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena mampu mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” kata Sabar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Melalui program tersebut, nelayan dan kelompok perempuan didorong mengolah hasil laut menjadi sumber pangan, produk usaha, hingga tambahan penghasilan keluarga.
Dalam kunjungan yang dilakukan pada 5 Agustus 2026, pihaknya turut menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari.
Menurut dia, Program Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses Bersama.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga lestarikan warisan kuliner nusantara lewat BGCC
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Kalimantan raih 10 Penghargaan ISRA 2026
Kelompok-kelompok tersebut mengembangkan budi daya ikan kakap, bawal dan kerapu, budi daya ikan air tawar dan sayuran melalui aquaponik, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk usaha.
Melalui program ini, pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan meningkat dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta atau rata-rata sekitar 40 persen per anggota.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan Kampung Bahari Si Pelaut merupakan salah satu contoh program pemberdayaan yang dikembangkan perusahaan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi dengan memanfaatkan potensi lokal setiap daerah.
Program Kampung Bahari Si Pelaut juga berkontribusi terhadap aspek lingkungan melalui pengelolaan 35,24 ton sampah per tahun, pengurangan emisi sekitar 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun, serta rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.
Program tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Poklahsar Sukses Bersama Dian mengatakan pendampingan yang diberikan membuat para anggota semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha. Bagi kelompok perempuan, kegiatan tersebut juga membuka akses untuk terus berkarya sekaligus membantu menambah penghasilan keluarga.
Disampaikannya, berbagai produk unggulan yang dihasilkan berasal dari pemanfaatan seluruh bagian ikan, mulai dari kulit hingga tulang. Kelompok mengolahnya menjadi keripik kulit ikan tenggiri original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa dari tulang ikan.
Selain itu, kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi penyedap rasa. Produk-produk tersebut kini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari Seno mengatakan pembinaan dari perusahaan negara ini membantu kelompok nelayan mengembangkan budidaya ikan dalam skala yang lebih besar.
Melalui inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita), masa pemeliharaan ikan dapat berkurang dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari sehingga panen lebih cepat dan perputaran modal menjadi dua kali lebih cepat.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga salurkan alsintan listrik ke petani Bali
Baca juga: Pertamina Patra Niaga berkomitmen hadirkan produk UMKM berkelanjutan
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Sabar Yudo Suroso mengatakan Kampung Bahari Si Pelaut memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena mampu mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” kata Sabar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Melalui program tersebut, nelayan dan kelompok perempuan didorong mengolah hasil laut menjadi sumber pangan, produk usaha, hingga tambahan penghasilan keluarga.
Dalam kunjungan yang dilakukan pada 5 Agustus 2026, pihaknya turut menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari.
Menurut dia, Program Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses Bersama.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga lestarikan warisan kuliner nusantara lewat BGCC
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Kalimantan raih 10 Penghargaan ISRA 2026
Kelompok-kelompok tersebut mengembangkan budi daya ikan kakap, bawal dan kerapu, budi daya ikan air tawar dan sayuran melalui aquaponik, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk usaha.
Melalui program ini, pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan meningkat dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta atau rata-rata sekitar 40 persen per anggota.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan Kampung Bahari Si Pelaut merupakan salah satu contoh program pemberdayaan yang dikembangkan perusahaan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi dengan memanfaatkan potensi lokal setiap daerah.
Program Kampung Bahari Si Pelaut juga berkontribusi terhadap aspek lingkungan melalui pengelolaan 35,24 ton sampah per tahun, pengurangan emisi sekitar 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun, serta rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.
Program tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Poklahsar Sukses Bersama Dian mengatakan pendampingan yang diberikan membuat para anggota semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha. Bagi kelompok perempuan, kegiatan tersebut juga membuka akses untuk terus berkarya sekaligus membantu menambah penghasilan keluarga.
Disampaikannya, berbagai produk unggulan yang dihasilkan berasal dari pemanfaatan seluruh bagian ikan, mulai dari kulit hingga tulang. Kelompok mengolahnya menjadi keripik kulit ikan tenggiri original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa dari tulang ikan.
Selain itu, kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi penyedap rasa. Produk-produk tersebut kini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari Seno mengatakan pembinaan dari perusahaan negara ini membantu kelompok nelayan mengembangkan budidaya ikan dalam skala yang lebih besar.
Melalui inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita), masa pemeliharaan ikan dapat berkurang dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari sehingga panen lebih cepat dan perputaran modal menjadi dua kali lebih cepat.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga salurkan alsintan listrik ke petani Bali
Baca juga: Pertamina Patra Niaga berkomitmen hadirkan produk UMKM berkelanjutan






Komentar (0)