Pantau - Adidas meluncurkan Hyperboost Edge dan Hyperboost Run sebagai dua sepatu lari harian berperforma tinggi yang mengadopsi teknologi midsole dari sepatu balap untuk menunjang berbagai aktivitas lari.
Kedua sepatu tersebut memiliki stack rearfoot setinggi 45 milimeter dan drop 6 milimeter yang dirancang untuk memberikan bantalan sekaligus pengembalian energi saat digunakan.
Peluncuran di Indonesia turut diramaikan melalui sejumlah kegiatan lari bersama komunitas, termasuk bersama Flower Boy, Continuum Athletics, dan Indo Runners Bali pada 22-25 Juli 2026.
Sekitar 100 pelari dari komunitas adidas Runners Jakarta kemudian mengikuti kegiatan lari bersama di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (8/8/2026) untuk mencoba langsung teknologi kedua sepatu tersebut.
Hyperboost Edge dan Run Punya Karakter BerbedaHyperboost Edge dirancang sebagai super-trainer ringan tanpa pelat atau elemen pengeras sehingga busanya dapat bekerja secara alami untuk menghasilkan sensasi lari yang ringan dan propulsif.
Sepatu dengan bobot 255 gram tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus pengembalian energi tinggi.
Sementara itu, Hyperboost Run merupakan trainer ringan untuk aktivitas lari sehari-hari dengan bantalan Hyperboost Pro yang tebal dan ditujukan untuk lari santai hingga tempo.
Pengembangan busa pada sepatu tersebut dilakukan setelah adidas menjalankan pengujian laboratorium dan riset konsumen bersama German Sport University Cologne.
Dalam pengujian terhadap 60 pelari, sebanyak 73 persen peserta lebih menyukai pengembalian energi sepatu tersebut dan 77 persen merasakan bantalan yang lebih empuk dibandingkan sepatu yang biasa mereka gunakan.
Lebih dari separuh peserta juga menilai kenyamanan keseluruhan lebih baik dan sebagian besar menyatakan sepatu tersebut memberikan pengalaman lari yang lebih baik.
Teknologi hingga Harga HyperboostSelain Hyperboost Pro, kedua sepatu menggunakan material primeweave pada bagian atas yang ringan dan lembut untuk memberikan kenyamanan serta menyesuaikan bentuk kaki.
Bagian tumit dilengkapi bantalan untuk memberikan sokongan dan meningkatkan stabilitas ketika digunakan berlari.
Adidas juga menggunakan material Lighttraxion pada bagian sol untuk memberikan cengkeraman dari tumit hingga ujung kaki dengan konstruksi yang lebih tipis dan ringan.
Dari sisi desain, bagian midsole dibuat tebal dan tinggi dengan inspirasi bentuk industrial, sementara simbol tiga garis adidas untuk pertama kalinya pada koleksi adidas Running ditempatkan pada lapisan midsole.
Hyperboost Edge dipasarkan dengan harga Rp3,5 juta, sedangkan Hyperboost Run dibanderol Rp2,8 juta.





Komentar (0)