Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan data perpajakan DKI Jakarta tetap aman setelah Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, terbakar pada Jumat (7/8) malam.
Pramono mengatakan data perpajakan yang tersimpan di gedung tersebut telah dicadangkan secara digital. Dengan demikian, kebakaran tidak berdampak terhadap data perpajakan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Untuk Bapenda sendiri yang berkaitan dengan perpajakan, karena itu memang core utamanya di gedung itu adalah berkaitan dengan perpajakan, alhamdulillah semuanya sudah di-backup secara digitalisasi. Sehingga dengan demikian tidak ada masalah terhadap data yang ada,” kata Pramono kepada wartawan di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).
Pramono juga menjelaskan proses penanganan kebakaran berlangsung sejak sekitar pukul 21.30 WIB hingga operasi pemadaman dinyatakan selesai pada Minggu (9/8) siang. Menurutnya, penanganan api berlangsung cepat dan profesional.
Dalam kejadian tersebut, satu orang sempat terjebak di lantai 15. Namun, berhasil diselamatkan dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain Bapenda, kebakaran juga berdampak pada ruang pengendalian Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta di lantai 16. Ruang tersebut digunakan untuk memonitor pergerakan transportasi di Jakarta, termasuk pergerakan kendaraan VVIP.
Untuk menjaga layanan pengendalian transportasi tetap berjalan, Pramono telah menyetujui pemindahan sementara fungsi pengendalian ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di kawasan MT Haryono.
“Pada saat kejadian saya sudah berkoordinasi dengan Pak Kepala Dinas Perhubungan (Budi Awaluddin) dan akhirnya kita dan saya sudah menyetujui untuk Pusdatin yang ada di MT Haryono sebagai backup untuk menjalankan itu,” ujarnya.
Pramono menargetkan proses pemindahan dan pemulihan sistem tersebut dapat diselesaikan maksimal dalam waktu satu bulan.
Selama proses pemulihan, sejumlah pengaturan lalu lintas juga dilakukan secara manual dengan menempatkan petugas di simpang-simpang yang membutuhkan penanganan. Pramono memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu pengaturan transportasi Jakarta.
“Tetapi secara prinsip kami yakin bahwa pengaturan transportasi di Jakarta tidak akan terpengaruh,” katanya.
Senada, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan layanan perpajakan tetap berjalan meski gedung terdampak kebakaran. Hal itu dimungkinkan karena data perpajakan DKI Jakarta telah memiliki sistem pencadangan digital.
“Layanan perpajakan tetap berjalan karena data perpajakan DKI Jakarta telah memiliki sistem pencadangan digital. Untuk memastikan kondisi gedung tetap aman, dua unit mobil pemadam dengan 10 personel tetap disiagakan di lokasi,” ujar Rano dalam keterangan yang diterima kumparan, Minggu (9/8).
Rano juga menyebut keselamatan penghuni gedung menjadi prioritas utama. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Sekitar 1.000 ASN WFH dan Bekerja dari Kantor LainPemprov DKI Jakarta juga menerapkan skema kerja sementara bagi sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) yang berkantor di gedung terdampak.
ASN dari Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dishub, Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), dan Bank Jakarta untuk sementara bekerja secara bergantian melalui skema bekerja dari rumah atau dari kantor pemerintahan lainnya.
Kebijakan tersebut diterapkan selama proses pemulihan gedung dan layanan pemerintahan berlangsung.






Komentar (0)