Grid.ID – Kabar mengejutkan datang dari YouTuber Tasyi Athasyia. Melalui akun Threads pribadinya, Tasyi membongkar tindakan kriminal yang dilakukan oleh salah satu orang kepercayaannya.
Tak tanggung-tanggung, saudara kembar Tasya Farasya itu mengaku telah kehilangan 12 barang mewah senilai lebih dari Rp500 juta atau setengah miliar rupiah.
Ironisnya, aksi pencurian ini dilakukan secara sistematis selama satu tahun oleh karyawan yang sudah ia perlakukan dengan sangat baik. Berikut adalah kronologi lengkapnya:
1. Berawal dari Trauma Masa Lalu
Tasyi mengungkapkan bahwa ia sebenarnya memiliki trauma besar untuk mempekerjakan orang baru. Tiga tahun lalu, ia pernah difitnah secara keji oleh mantan karyawannya.
Akan tetapi, demi profesionalisme, Tasyi mencoba membuka hati kembali dan merekrut karyawan baru, meskipun orang tersebut masuk tanpa pengalaman kerja sama sekali.
2. Dimanjakan dengan Fasilitas Mewah
Kepada karyawan yang kini menjadi pelaku tersebut, Tasyi memberikan fasilitas yang sangat menggiurkan. Mulai dari gaji di atas UMR, bonus bulanan, diajak jalan-jalan ke luar negeri, umrah, hingga diberikan ruang kerja dengan fasilitas lengkap. Tasyi mengaku sudah menganggap sang karyawan sebagai bagian dari keluarga dekat.
3. Kecurigaan Muncul Saat Renovasi
Kecurigaan mulai timbul pada Maret 2024, tepat setelah Tasyi merenovasi walk-in closet miliknya. Saat hendak merapikan koleksi tas, Tasyi menyadari ada sekitar 5 tas bermerek yang hilang secara misterius.
"Di situ jujur aku pasrah aja, cuma aku cari di area rumah dan pas gak ketemu, aku udah ikhlasin. Aku mikir kalau emang rezeki gak akan ke mana," tulis Tasyi seperti dikutip dari Threads @tasyiiathasyia, Minggu (9/8/2026).
4. Terbongkar Berkat ‘Email Nyasar’
Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Aksi pelaku terbongkar secara tak terduga berkat sinkronisasi teknologi. Salah satu tim Tasyi melihat adanya notifikasi email yang masuk ke komputer Mac kantor.
Email tersebut ternyata berisi laporan transaksi dan bukti penjualan barang-barang milik Tasyi dari sebuah toko jual-beli barang branded terkenal.
Setelah ditelusuri lebih dalam, ditemukan catatan bahwa ada 12 barang (termasuk tas dan sepatu) yang telah dijual oleh pelaku selama setahun terakhir.
5. Modus Penjualan ‘Tanpa Tatap Muka’
Dalam menjalankan aksinya, pelaku memanfaatkan sistem toko reseller yang menerima barang tanpa harus bertemu langsung. Pelaku mengirimkan barang-barang curian tersebut menggunakan jasa pengiriman Lalamove ke pihak toko, lalu menerima pembayaran via transfer. Mirisnya, barang-barang tersebut dijual dengan harga yang jauh di bawah harga pasar.
6. Memfitnah Teman Kerja hingga Dipecat
Yang membuat Tasyi paling sakit hati adalah kelicikan pelaku dalam menutupi jejaknya. Pelaku ternyata sering memfitnah karyawan lain sebagai pencuri. Akibat fitnah tersebut, Tasyi mengaku sempat mengeluarkan salah satu karyawannya karena mengira orang itulah yang mengambil barangnya.
7. Menempuh Jalur Hukum
Tasyi awalnya berniat memaafkan jika pelaku menunjukkan iktikad baik. Namun, karena pelaku terus berbohong dan tidak mengakui perbuatannya meskipun bukti sudah terpampang nyata, Tasyi bersama suaminya, Syech Zaki, memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.
"Aku bukan mikirin barangnya, cuma jujur karena mencurinya hampir 12 barang, bahaya kalau dikasih efek jera guys," tegas Tasyi saat berada di Polres Jakarta Selatan.
Kini, kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak Kepolisian Jakarta Selatan. Tasyi berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang agar lebih waspada, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku.(*)
Artikel Asli





Komentar (0)