Mutilasi di Depok, Polisi Ungkap Motif Pelaku Ingin Kuasai Harta Korban

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Motif Saepul (26) membunuh dan memutilasi Kunaefi (51) diduga untuk menguasai harta korban. Saepul menjual sepeda motor dan ponsel milik korban dan memperoleh uang sekitar Rp 10 juta. Atas perbuatannya, Saepul dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Kasus ini terungkap setelah seorang warga menemukan sesuatu yang janggal di sebuah tanah lapang di Pancoran Mas, Depok. Jasad Kunaefi ditemukan warga pada Selasa (4/8/2026) dalam kondisi terbungkus karung beras. Polisi kemudian menangkap Saepul yang merupakan kenalan korban.

Kepala Tim Khusus 2 Resmob Polda Metro Jaya Inspektur Polisi Dua Breggy Yesaya Immanuel menuturkan, setelah berkenalan dengan korban, Saepul melihat salah satu foto Kunaefi yang sedang menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna hitam. ”Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut,” ujar Breggy, Minggu (9/8/2026).

Niat tersebut, menurut Breggy, diperkuat oleh pernyataan Saepul kepada temannya bahwa ia ingin memiliki sepeda motor. Saat temannya bertanya, ”Bagaimana caranya?”, Saepul menjawab, ”Mungkin dengan membunuh orang,” kata Breggy menirukan percakapan tersebut.

Baca JugaPerlu Pendekatan Multidimensi agar Mutilasi Tak Terulang Lagi

Kemudian, pada Kamis (23/7/2026), Saepul mengajak Kunaefi bertemu di kontrakannya di kawasan Cipayung, Depok, Jawa Barat. Saat itu, Saepul sempat memaksa korban melakukan hubungan seksual, tetapi korban menolak dan menampar pipi pelaku. Keduanya kemudian terlibat cekcok.

Naik pitam karena permintaannya ditolak, Saepul lantas mengambil sebilah pisau dapur dan menghujamkannya ke pinggang kiri korban. Tidak berhenti di situ, Saepul juga menggorok leher korban. Kunaefi pun terkapar dengan darah mengucur deras dari tubuhnya.

Saepul kemudian menunggu hingga korban tidak lagi bergerak. Bingung hendak membuang jasad korban, Saepul memutuskan memutilasi tubuh Kunaefi menjadi dua bagian. ”Bagian kepala hingga tubuh dan bagian kaki,” ujar Breggy.

Saepul membungkus bagian tubuh korban dengan karung beras. Bagian kepala hingga tubuh dibuang di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sementara itu, bagian kaki korban dibuang ke bantaran sungai dekat Jembatan Serong, Cipayung, Depok.

Menurut polisi, kemampuan Saepul memotong bagian tubuh diduga berkaitan dengan pengalamannya bekerja sebagai koki di sebuah restoran dengan tugas memotong daging. Selain pernah menjadi koki, Saepul juga pernah bekerja sebagai guru matematika di sebuah sekolah menengah pertama dan mengikuti kompetisi menyanyi dangdut di sebuah stasiun televisi.

Baca JugaPria Dimutilasi di Depok, Korban Dibunuh Kenalan dari Media Sosial

Breggy menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi juga mendalami relasi antara Saepul dan korban, termasuk komunikasi keduanya sebelum peristiwa pembunuhan. Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan motif secara utuh.

Atas perbuatannya, lanjut Breggy, Saepul dijerat dengan Pasal 459 atau Pasal 458 KUHP Baru tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan. ”Pelaku pun terancam hukuman maksimal, yakni pidana mati dan atau hukuman seumur hidup,” ujar Breggy.

Kepala Unit 1 Subdirektorat Resmob Polda Metro Jaya Komisaris Dimitri Mahendra menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Saepul menjual barang milik korban melalui lokapasar Facebook. Sepeda motor Honda PCX milik korban dijual seharga Rp 9,9 juta, sementara ponselnya dijual Rp 950.000. ”Tersangka S mengaku uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Saat ini, penyidik masih mencari bagian tubuh korban, yakni kedua kaki, yang hingga kini belum ditemukan. ”Apabila menemukan (bagian tubuh), masyarakat diminta untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian,” ucap Dimitri.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto menuturkan, kasus ini terungkap setelah seorang warga menemukan sesuatu yang janggal di sebuah tanah lapang di Pancoran Mas, Depok.

Jasad Kunaefi ditemukan warga pada Selasa (4/8/2026). Pagi itu, Herni (35) melihat sebuah karung di lapangan tanah merah. Ia mengira karung tersebut berisi sampah.

Herni kemudian meminta adiknya, Rizky, membakar karung yang diduga berisi sampah itu. Saat dibakar pada Selasa sore, terlihat bagian tubuh manusia di dalam karung sehingga temuan tersebut segera dilaporkan kepada polisi.

Polres Metro Depok bersama Polsek Pancoran Mas kemudian mendatangi lokasi dan memeriksa sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan jasad Kunaefi ditemukan tanpa busana. Kedua tangannya terikat kain berwarna putih, sedangkan kedua kakinya telah dimutilasi dari pangkal paha.

Selain itu, terdapat luka sayatan pada leher korban. Jasad korban dimasukkan ke dalam karung yang dibungkus plastik hitam. Kepada polisi, warga menyampaikan bahwa karung berisi jasad Kunaefi diduga telah berada di lapangan tanah merah sejak 24 Juli 2026. Selama itu, warga mengira karung tersebut hanya berisi sampah.

Di sisi lain, Polres Metro Depok menerima laporan orang hilang pada 25 Juli 2026. Laporan itu dibuat oleh istri Kunaefi setelah suaminya tidak kunjung pulang selama beberapa hari.

Belakangan terungkap, Kunaefi hilang karena menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan Saepul. Polisi menangkap Saepul saat melarikan diri di Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (5/8/2026) dini hari.

Peristiwa yang menimpa Kunaefi menambah daftar kasus mutilasi di Indonesia. Sebelumnya, jasad Abdul Hamid (39) ditemukan di dalam lemari pendingin (freezer) penyimpanan bahan makanan pada 28 Maret 2026 di sebuah kios ayam geprek di Perumahan Mega Regency, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Abdul diduga dibunuh oleh rekan kerjanya karena menolak diajak bekerja sama mencuri mobil milik pemilik kios ayam geprek.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono Anung Buka Suara soal Kebakaran Gedung Bapenda DKI: 1.000 ASN Terdampak
• 4 jam lalu
0
thumb
Kung Fu Soccer Bukan Shaolin Soccer 2, Stephen Chow Ungkap Perbedaan Ceritanya
• 14 jam lalu
0
thumb
Pesawat Terbesar Dunia Airbus A380 Perdana Mendarat di Bandara Soetta
• 6 jam lalu
0
thumb
Jorge Martin Rebut Pole Position MotoGP Inggris 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Kasus Mutilasi Depok: Polisi Sebut Potongan Pertama Jasad Dibuang Pukul 18.30, Kedua Pukul 19.00
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.