Mobil Listrik Ini Bisa Tambah Jarak Tempuh Sendiri

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

South Carolina, VIVA – Mobil listrik umumnya masih bergantung pada pengisian daya dari sumber listrik eksternal. Namun, sebuah proyek riset terbaru menunjukkan bahwa kendaraan listrik di masa depan berpotensi menambah energi sendiri hanya dengan memanfaatkan sinar matahari.

Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Minggu, 9 Agustus 2026, Clemson University bersama BMW mengembangkan mobil konsep bernama Deep Orange 17 Luminetta. Kendaraan ini dibekali lebih dari 1.700 sel fotovoltaik atau panel surya yang dipasang hampir di seluruh permukaan bodinya.

Baca Juga :
Toyota Tegaskan Mobil Listrik Bukan Satu-satunya Jawaban untuk Indonesia
Bukan Cuma Baterai, Komponen Ini Juga Menentukan Karakter Motor Listrik

Berbeda dengan panel surya yang biasanya hanya ditempatkan di bagian atap mobil, Luminetta memanfaatkan area bodi yang jauh lebih luas. Dengan cara tersebut, mobil dapat menangkap sinar matahari baik saat diparkir maupun ketika sedang digunakan di jalan.

Tim peneliti menyebut sistem tersebut mampu menghasilkan energi lebih banyak dibandingkan konsumsi listrik kendaraan dalam skenario penggunaan harian tertentu. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, energi dari panel surya dapat menambah jarak tempuh rata-rata hingga sekitar 50 kilometer per hari, tergantung kondisi cuaca dan intensitas sinar matahari.

Meski terdengar menjanjikan, hasil tersebut diperoleh dari kendaraan yang memang dirancang khusus untuk mengutamakan efisiensi. Luminetta memiliki bobot hanya sekitar 550 kilogram, jauh lebih ringan dibandingkan mobil listrik produksi massal yang umumnya memiliki berat lebih dari 1,5 ton.

Bobot ringan tersebut dicapai melalui penggunaan kombinasi material baja, aluminium, serat karbon, serta sambungan logam hasil cetak tiga dimensi (3D printing). Selain itu, kendaraan juga dibekali sistem pengereman regeneratif, pengaturan distribusi torsi, dan pengendalian motor listrik yang dirancang untuk menghemat konsumsi energi.

Penelitian ini difokuskan pada kebutuhan perjalanan harian sekitar 20 kilometer. Dalam kondisi tersebut, panel surya berpotensi menghasilkan energi yang cukup untuk menggantikan bahkan melebihi listrik yang digunakan kendaraan selama perjalanan.

Tim peneliti juga melakukan simulasi berdasarkan kondisi cuaca di beberapa kota, yakni Greenville di Amerika Serikat, Frankfurt di Jerman, Madrid di Spanyol, serta Mumbai di India. Hasilnya menunjukkan sistem panel surya tetap mampu memberikan tambahan energi, meski besarannya berbeda di setiap wilayah.

Baca Juga :
Leapmotor Baru Mulai Rakit Mobil, Kapasitas Pabriknya Bisa 34.000 Unit
Cara Menghemat Baterai iPhone 2026, Pengaturan Ini Diam-diam Sering Menguras Daya
Pengembangan Mobil Baru Honda di China Kini Dipimpin Tim Lokal

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AS Ancam Serang Iran, Negara Teluk Bisa Gelap Gulita
• 14 jam lalu
0
thumb
Jakarta diprakirakan cerah berawan hari Minggu ini
• 13 jam lalu
0
thumb
50 Relawan POSCO Renovasi Sekolah dan Rumah Warga Cilegon
• 23 jam lalu
0
thumb
Nasib Shio Naga 9 Agustus 2026, Banjir Hoki Tak Terduga dan Wajib Waspadai Jebakan Kesialan
• 22 jam lalu
0
thumb
Sakti! Daun Ini Bisa Tangkal Mikroplastik, Bertebaran di RI
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.