BPK Ungkap Tantangan Government 5.0 Menuju Indonesia Emas 2045, dari AI hingga Keamanan Siber

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai transformasi tata kelola pemerintahan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta penerapan Government 5.0 dinilai harus berjalan beriringan.

Baca Juga :
Peralatan Rumah Tangga Makin Pintar pada 2026, Teknologi Baru Membantu Menghemat Waktu, Listrik, dan Biaya
Rumah Makin Pintar di 2026, Teknologi Baru Mulai Mengambil Alih Pekerjaan Rumah yang Selama Ini Dilakukan Manual

Anggota I BPK RI sekaligus Pelaksana Tugas Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, mengatakan pemeriksaan laporan keuangan negara tidak semata-mata berujung pada pemberian opini.

Menurut dia, hasil pemeriksaan juga harus menjadi instrumen untuk memastikan tata kelola pemerintahan terus diperbaiki dan pembangunan berjalan secara berkelanjutan.

"Pemeriksaan laporan keuangan bukan hanya menghasilkan opini, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045 melalui penguatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Nyoman, dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.

Nyoman menjelaskan, konsep Government 5.0 menuntut pemerintah semakin mampu memanfaatkan teknologi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), analisis data, hingga kolaborasi lintas sektor.

Namun, transformasi tersebut tetap harus berorientasi pada masyarakat, lingkungan, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, prinsip ESG diperlukan agar kebijakan dan pengelolaan keuangan negara tidak hanya mengejar capaian administratif, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.

BPK mencatat setidaknya ada enam tantangan yang perlu dihadapi pemerintah dalam menuju Government 5.0. Tantangan tersebut mencakup transformasi digital yang belum merata, data pemerintah yang masih terfragmentasi, keterbatasan talenta AI, persoalan integritas tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga keamanan siber dan kolaborasi antarinstansi.

Karena itu, Nyoman menilai transformasi pemerintahan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan whole-of-government yang mengintegrasikan berbagai kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan.

"Kunci dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 adalah menerapkan kombinasi Government 5.0 dengan pengelolaan sumber daya yang mengedepankan keberlanjutan melalui prinsip ESG," tutur Nyoman.

Dalam penyerahan LHP tersebut, BPK juga mencatat sejumlah capaian Kementerian ESDM sepanjang 2025. Di antaranya ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, peningkatan kinerja organisasi, nilai reformasi birokrasi, hingga keberhasilan mencapai Indeks Kematangan Keamanan Siber level 4 atau kategori Terkelola.

Baca Juga :
Emas 5 Gram Dijual Dapat Berapa? Cek Cara Hitung dan Harga Buyback
BPK Beri Pesan ke Kementerian dan Lembaga: WTP Bukan Tujuan Akhir
AI Ubah Dunia Kerja, Gelar Saja Tidak Cukup

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia raih dua medali pada Kejuaraan Asia Hoki Bawah Air 2026
• 50 menit lalu
0
thumb
Karhutla Makin Meluas, BB TNBTS Tutup Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo
• 3 jam lalu
0
thumb
Video: Jangkau Nasabah Gen Z, Asuransi Jual Layanan Lewat e-Commerce
• 11 jam lalu
0
thumb
Berharap Apa dari Pertemuan Presiden dengan Periset BRIN?
• 40 menit lalu
0
thumb
KPK Geledah 3 Lokasi terkait Kasus Korupsi di Bengkulu, Sita Dokumen dan Barang Elektronik
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.