REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Bahtsul Masail Pra Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat pada 8-9 Agustus 2026.
Forum ini menjadi ruang untuk mematangkan berbagai persoalan keagamaan kontemporer yang akan dibawa sebagai bahan pembahasan pada Muktamar ke-35 NU.
Baca Juga
7 Bentuk Siksa Neraka yang Diabadikan dalam Alquran, Ada Satu yang Paling Berat
Nikmat yang Dirasakan Seluruh Rakyat dalam Satu Negara Namun Sering Diabaikan
Dzikir Sederhana yang Ringan Dilakukan, Tetapi Sangat Kaya dengan Pahala
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh mengatakan, kegiatan Pra Muktamar ini memiliki posisi penting dalam memperdalam sekaligus memperkaya materi yang sebelumnya telah dibahas dalam forum Munas dan Konbes NU.
"Pra Muktamar ini menjadi penting paling tidak ada empat hal. Yang pertama adalah kita ingin memperdalam sekaligus juga memperkaya apa yang pernah kita bahas waktu Munas beberapa waktu yang lalu," ujar Prof Nuh dalam sambutannya dalam acara pembukaan, Sabtu (8/8/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut dia, forum tersebut juga dimaksudkan untuk memperluas partisipasi publik. Para peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan yang sebelumnya mengikuti Munas-Konbes, tetapi juga melibatkan peserta baru.
Dengan semakin luasnya partisipasi, kata dia, kualitas materi yang akan diputuskan di Muktamar diharapkan semakin kuat.
Pada saat yang sama, forum Bahtsul Masail diharapkan mampu meningkatkan kepedulian publik terhadap persoalan yang sedang dibahas NU.
Prof Nuh menyebut Bahtsul Masail memiliki peran strategis dalam membangun tradisi ijtihad kolektif yang melibatkan lintas generasi dan disiplin keilmuan.
"Topik-topik yang akan dibahas bukan sekadar murni keagamaan saja, tetapi ada lintas disiplin-disiplin yang lain," ucapnya.
Komentar (0)