Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberikan pelatihan dan simulasi mitigasi kebakaran bagi personel Rumah Sehat Baznas (RSB) Indonesia, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan serta mitigasi risiko bencana kebakaran.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad dalam keterangan di Jakarta, Minggu, menjelaskan pelatihan tersebut menjadi langkah preventif dalam membangun budaya kesiapsiagaan, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menilai kesiapsiagaan seluruh pegawai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, terutama saat menghadapi situasi darurat.
Baca juga: Baznas RI alokasikan anggaran Rp26 miliar untuk RSB Lombok Timur
"Dengan kesiapsiagaan yang baik, pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berlangsung secara optimal, aman, dan tidak terganggu ketika menghadapi potensi bencana maupun keadaan darurat lainnya," kata Idy.
Melalui pelatihan ini Idy menjelaskan para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek keselamatan dan penanganan kondisi darurat, mulai dari dasar-dasar kebakaran, klasifikasi jenis kebakaran, pengenalan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Alat Pelindung Diri (APD), hingga prosedur keselamatan dalam melakukan pemadaman pada tahap awal.
Selain pembelajaran teori, peserta juga mengikuti simulasi penggunaan APAR dengan menerapkan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) sesuai standar keselamatan.
Baca juga: Baznas resmikan RSB Sarolangun guna permudah akses kesehatan mustahik
Lebih lanjut, Wakil Kepala Baznas Tanggap Bencana (BTB) Taufiq Hidayat mengatakan pelatihan simulasi tanggap darurat mitigasi dan sistem proteksi kebakaran penting dilakukan mengingat RSB merupakan fasilitas pelayanan publik yang memiliki tingkat risiko tertentu terhadap kejadian kebakaran.
"Ilmu ini sangatlah penting buat mereka yang memang bertugas di Rumah Sehat Baznas ini, sehingga pada saat nanti terjadi kebakaran, teman-teman di RSB ini mampu menanggulangi bahaya kebakaran sedini mungkin," ucap Taufiq.
Sementara, Kepala Klinik RSB Indonesia Reza Ramdhoni, mengatakan pelatihan yang tersebut memberikan manfaat bagi para pegawai RSB karena ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat.
"Pengetahuan atau ilmu dapat meningkatkan kemampuan kami dalam melakukan penanganan awal, khususnya terkait kebakaran. Semoga dapat menjaga keselamatan kita semua dan meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan fasilitas kesehatan Rumah Sehat Baznas," tutur Reza Ramdhoni.
Baca juga: Baznas dirikan RSB guna permudah akses kesehatan mustahik di Palembang
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad dalam keterangan di Jakarta, Minggu, menjelaskan pelatihan tersebut menjadi langkah preventif dalam membangun budaya kesiapsiagaan, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menilai kesiapsiagaan seluruh pegawai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, terutama saat menghadapi situasi darurat.
Baca juga: Baznas RI alokasikan anggaran Rp26 miliar untuk RSB Lombok Timur
"Dengan kesiapsiagaan yang baik, pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berlangsung secara optimal, aman, dan tidak terganggu ketika menghadapi potensi bencana maupun keadaan darurat lainnya," kata Idy.
Melalui pelatihan ini Idy menjelaskan para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek keselamatan dan penanganan kondisi darurat, mulai dari dasar-dasar kebakaran, klasifikasi jenis kebakaran, pengenalan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Alat Pelindung Diri (APD), hingga prosedur keselamatan dalam melakukan pemadaman pada tahap awal.
Selain pembelajaran teori, peserta juga mengikuti simulasi penggunaan APAR dengan menerapkan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) sesuai standar keselamatan.
Baca juga: Baznas resmikan RSB Sarolangun guna permudah akses kesehatan mustahik
Lebih lanjut, Wakil Kepala Baznas Tanggap Bencana (BTB) Taufiq Hidayat mengatakan pelatihan simulasi tanggap darurat mitigasi dan sistem proteksi kebakaran penting dilakukan mengingat RSB merupakan fasilitas pelayanan publik yang memiliki tingkat risiko tertentu terhadap kejadian kebakaran.
"Ilmu ini sangatlah penting buat mereka yang memang bertugas di Rumah Sehat Baznas ini, sehingga pada saat nanti terjadi kebakaran, teman-teman di RSB ini mampu menanggulangi bahaya kebakaran sedini mungkin," ucap Taufiq.
Sementara, Kepala Klinik RSB Indonesia Reza Ramdhoni, mengatakan pelatihan yang tersebut memberikan manfaat bagi para pegawai RSB karena ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat.
"Pengetahuan atau ilmu dapat meningkatkan kemampuan kami dalam melakukan penanganan awal, khususnya terkait kebakaran. Semoga dapat menjaga keselamatan kita semua dan meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan fasilitas kesehatan Rumah Sehat Baznas," tutur Reza Ramdhoni.
Baca juga: Baznas dirikan RSB guna permudah akses kesehatan mustahik di Palembang






Komentar (0)