Bandara Husein Sastranegara Bandung akan kembali melayani penerbangan pesawat jet berbadan sedang atau narrow body mulai 14 Agustus 2026.
IDXChannel - Bandara Husein Sastranegara Bandung akan kembali melayani penerbangan pesawat jet berbadan sedang atau narrow body mulai 14 Agustus 2026.
Kepastian tersebut diperoleh PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengoperasikan pesawat jet di bandara tersebut.
Persetujuan itu tertuang dalam surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nomor AU.101/17/4/DRJU.DBU-2026 tentang Operasional Pesawat Udara Jet di Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, persetujuan tersebut diberikan setelah pihaknya memenuhi seluruh aspek kesiapan operasional yang ditetapkan Kemenhub.
"Kami berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan dan seluruh pihak atas dukungan kepada InJourney Airports selama persiapan optimalisasi hingga Bandara Husein Sastranegara dinyatakan siap melayani penerbangan pesawat jet pada 14 Agustus 2026," kata Rizal dalam keterangan resmi, Sabtu (7/8/2026).
Dia mengatakan optimalisasi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara diharapkan dapat mendukung konektivitas sekaligus menyambut wisatawan yang datang ke Bandung dan Jawa Barat.
Penerbangan perdana pesawat jet pada 14 Agustus 2026 akan dilayani oleh Garuda Indonesia dengan rute Denpasar-Bandung dan Bandung-Denpasar.
InJourney Airports memastikan fasilitas Bandara Husein Sastranegara telah siap digunakan untuk melayani penumpang dan pengguna jasa bandara.
Di area keberangkatan, bandara tersebut memiliki total 26 konter check-in, mesin self check-in kiosk, serta fasilitas pemeriksaan keamanan dan penumpang di security check point (SCP).
Sementara itu, area boarding lounge juga telah disiapkan, termasuk sejumlah tenant komersial. Bandara turut menyediakan fasilitas baru berupa coworking space dan kids zone.
Untuk area kedatangan, InJourney Airports menyiapkan tiga unit conveyor belt serta public transport outlet yang dapat digunakan penumpang untuk melakukan pemesanan transportasi publik.
Adapun fasilitas umum yang tersedia mencakup enam mushola di berbagai titik, 22 toilet, dua eskalator, dan tiga lift.
(Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)