Iran Kunci Selat Hormuz, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi AS

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Iran kembali menaikkan tekanan terhadap Amerika Serikat dengan menjadikan pembukaan Selat Hormuz sebagai bagian dari tuntutan politiknya. Teheran menegaskan jalur strategis tersebut belum akan dibuka sebelum Washington mengubah kebijakannya dan memenuhi sejumlah persyaratan yang diajukan Iran.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Sabtu menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai Amerika Serikat "memperbaiki perilakunya".

Baca Juga
  • Kapal Tankernya Diserang di Selat Hormuz, UEA Kecam Iran
  • Bukan untuk Lawan Iran, Ini Tujuan Pakta Pertahanan Turki, Saudi, dan Pakistan Menurut Ankara
  • Serangan Udara Gagal, Jenderal AS 'Pusing' Cari Jalan Keluar Perang Iran

Pernyataan tersebut memuat sejumlah tuntutan yang berpotensi memperumit perundingan mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia itu.

Iran menuntut Amerika Serikat menghentikan ancaman terhadap Teheran dan mengakhiri secara permanen perang dengan Iran serta kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Washington juga diminta mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, menarik pasukannya dari kawasan, memberikan "ganti rugi penuh" atas kerusakan akibat perang, mencabut sanksi, serta membebaskan aset Iran yang dibekukan tanpa syarat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr. Ia juga merupakan komandan berpengaruh di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sebuah foto yang dirilis oleh situs web Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Sepah News, memperlihatkan kapal-kapal tempur militer Iran mengepung sebuah replika kapal induk dalam latihan perang di Selat Hormuz, Iran selatan, pada 28 Juli 2020. - ( EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/)

Tuntutan terbaru Teheran berpotensi menjadi batu sandungan dalam upaya mencapai kesepakatan permanen dengan Washington. Sebelumnya, Amerika Serikat menginginkan kesepakatan yang dapat mengatasi kekhawatiran terkait program nuklir Iran, termasuk cadangan uranium yang diperkaya hingga 60 persen.

Namun, kini Iran mengaitkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan tuntutan yang jauh lebih luas. Teheran pada dasarnya menjadikan pembukaan jalur pelayaran tersebut sebagai bagian dari negosiasi politik dan keamanan dengan Washington.

Di tengah ketegangan tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan agar negaranya keluar dari kondisi yang ia sebut sebagai situasi "bukan perang maupun damai".

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jejak Niat Saepul Mutilasi Pria di Depok, Berawal Ingin Gasak Motor PCX Korban
• 8 jam lalu
0
thumb
STKIP Al Maksum Langkat Lulus Verifikasi LLDIKTI, Sanksi Administrasi Dicabut Kemdiktisaintek
• 22 jam lalu
0
thumb
KPK Periksa 8 Saksi untuk Dalami Kasus Suap Proyek Rejang Lebong
• 4 jam lalu
0
thumb
1,3 Ton Diduga Ketamine Diselundupkan lewat Kepri, Jejak Jalur Masuk Narkoba Internasional
• 19 jam lalu
0
thumb
BPIP: Posisi Pengibar dan Pembawa Baki Paskibraka 2026 Diumumkan Pagi 17 Agustus
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.