1. Mengapa Gedung Bapenda Jakarta terbakar?
2. Mengapa api sulit dipadamkan dalam kejadian itu?
3. Apakah ada korban dalam kebakaran di Gedung Bapenda Jakarta?
4. Apa dampaknya bagi layanan Jakarta?
5. Apakah gedung Jakarta aman dari kebakaran?
Pemeriksaan sementara petugas menunjukkan api yang membakar Gedung Dinas Teknis Abdul Muis (Gedung Bapenda) yang, antara lain, menjadi kantor Badan Pendapatan Daerah Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam, diduga berasal dari ruang server di lantai 11 Gedung Bapenda Jakarta. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat Triyanto mengatakan, titik awal kebakaran terdeteksi dari ruangan tersebut.
Namun, asal api tidak sama dengan penyebab pasti. Triyanto menegaskan penyebab kebakaran masih diselidiki. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah diterjunkan untuk menentukan sumber api, titik awal, dan faktor yang memicu kebakaran.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, Puslabfor Polri akan melakukan pemeriksaan setelah lokasi aman. Polisi juga telah memeriksa 10 saksi untuk mengumpulkan keterangan awal terkait kejadian.
Gubernur Jakarta Pramono Anung pun menyatakan, Pemerintah Provinsi Jakarta masih berkoordinasi dengan kepolisian. Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan kebakaran disebabkan hubungan pendek arus listrik (korsleting), gangguan server, atau faktor lain sebelum hasil forensik keluar.
Api yang membakar Gedung Bapenda Jakarta sulit dipadamkan karena titik kebakaran berada di lantai 11 hingga lantai 16. Posisi ini menyulitkan akses petugas sehingga tiga unit mobil bertangga dikerahkan untuk menjangkau bagian atas gedung.
Kepala Dinas Gulkarmat Jakarta Bayu Meghantara mengatakan, petugas juga harus bertahan di lantai 10 untuk memastikan api tidak merambat kembali. Sementara itu, tim lain terus menyisir lantai-lantai atas untuk mencari titik api yang masih menyala.
Pemadaman semakin sulit karena embusan angin cukup kencang. Menurut Bayu, angin beberapa kali membuat api kembali berkobar dan merambat setelah sempat mereda. Kondisi itu memperpanjang operasi dan menyulitkan upaya melokalisasi kobaran di lantai atas.
Sebanyak 37 unit armada dan 185 personel akhirnya dikerahkan. Api dapat dikendalikan pukul 01.53 WIB setelah operasi berlangsung sekitar empat setengah jam. Setelah itu, petugas melanjutkan pendinginan dan sterilisasi gedung.
Tidak ada korban meninggal dalam kebakaran tersebut. Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) bekerja di gedung itu, tetapi sejauh ini tidak ada korban jiwa.
Namun, satu orang berinisial G (30) mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap. Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Triyanto mengatakan, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan dibawa ke Rumah Sakit Tarakan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Roby Heri Saputra menyebut korban diketahui sedang bekerja di lantai 15 ketika kebakaran terjadi. Korban kemudian dirawat di rumah sakit untuk mendapat penanganan.
PMI Jakarta juga mencatat adanya korban dengan gangguan pernapasan akibat paparan asap. Korban mendapat terapi oksigen untuk menstabilkan kondisi. Informasi ini menunjukkan bahwa dampak utama terhadap manusia sejauh ini berasal dari paparan asap, bukan luka bakar.
Kebakaran berdampak langsung pada intelligent traffic control system (ITCS) yang dioperasikan di lantai 16 gedung. Sistem berbasis kecerdasan buatan itu digunakan untuk mengatur lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan Jakarta.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, akibat kebakaran, ITCS tidak dapat beroperasi optimal. Pengaturan lampu merah yang sebelumnya dilakukan secara otomatis untuk sementara harus dijalankan secara manual oleh petugas.
Pramono menginstruksikan dinas perhubungan menambah personel di lapangan agar lalu lintas tetap terkendali. Ia juga memastikan layanan publik tidak dihentikan meskipun gedung digunakan oleh Badan Pendapatan Daerah, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Perhubungan, Badan Pengelolaan Aset Daerah, serta Bank Jakarta.
Sekitar 1.000 ASN yang berkantor di gedung tersebut akan bekerja melalui skema bergantian, bekerja dari rumah, berkantor di suku dinas wilayah, atau menggunakan aset pemprov lainnya. Pemerintah menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Kebakaran Gedung Bapenda kembali menyoroti keselamatan gedung bertingkat di Jakarta. Namun, artikel-artikel ini tidak menyebut Gedung Bapenda termasuk bangunan yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat proteksi kebakaran.
Pada 2024, dinas gulkarmat memeriksa 2.609 gedung bertingkat. Sebanyak 694 gedung dinyatakan belum memenuhi syarat proteksi kebakaran. Dari jumlah itu, 361 merupakan gedung delapan lantai ke atas.
Setelah kebakaran Gedung Terra Drone pada Desember 2025 yang menewaskan 22 orang, Pemprov Jakarta memutuskan mengaudit kelaikan gedung secara lebih luas mulai Januari 2026. Audit mencakup keselamatan, struktur, jalur evakuasi, dan sistem proteksi kebakaran.
Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Jakarta Vera Revina Sari menegaskan, semua gedung, baik milik pemerintah maupun swasta, harus memenuhi standar keselamatan. Kebakaran Bapenda menambah urgensi evaluasi, tetapi hasil audit khusus gedung ini belum disebut.






Komentar (0)