Iran Tuntut Sederet Syarat ke AS untuk Buka Selat Hormuz, Minta Kompensasi dan Pencabutan Sanksi

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali kecuali Amerika Serikat (AS) memenuhi sederet tuntutannya.

Iran Tuntut Sederet Syarat ke AS untuk Buka Selat Hormuz, Minta Kompensasi dan Pencabutan Sanksi. (Foto: Tasnim News)

IDXChannel - Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali kecuali Amerika Serikat (AS) memenuhi sederet tuntutannya.

Dilansir dari Newsmax pada Minggu (9/8/2026), deretan tuntutan tersebut mencakup antara lain pencabutan sanksi dan blokade laut, penarikan pasukan militer AS dari sekitar Iran, dan pembayaran kompensasi atas kerusakan yang disebabkan oleh perang.

Baca Juga:
Harga Minyak Melonjak Hampir 4 Persen, Pasar Cermati RUU Iran soal Selat Hormuz

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr juga menuntut pembebasan aset Iran yang dibekukan, penghentian serangan terhadap sekutu Teheran di Timur Tengah, dan penghentian ancaman terhadap Negeri Mullah itu.

Sederet syarat tersebut mengaburkan prospek pemulihan lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz, tepat ketika Iran dan negara tetangga Oman tampaknya hampir mencapai kesepakatan tentang bagaimana kapal dapat melintasi jalur maritim vital tersebut.

Baca Juga:
Asosiasi Pelayaran Internasional Kompak Tolak Pungutan Biaya di Selat Hormuz

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa kedua negara sangat dekat dengan kesepakatan tentang rute pelayaran baru di selat itu.

Namun, Araqchi juga mengatakan bahwa kesepakatan dengan Oman saja tidak cukup untuk membuka kembali selat tersebut. Dia menyinggung tentang perlu adanya kompensasi oleh AS atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada Juni. 

Baca Juga:
Iran Sebut Selat Hormuz Tak Otomatis Dibuka Jika Kesepakatan Tercapai

Para pejabat militer Iran juga memperkeras retorika mereka akhir pekan ini. Juru bicara militer, Brigjen Amir Akraminia, menyatakan bahwa kendali Teheran atas selat tersebut tidak dapat diubah dan memperingatkan Washington untuk menerima status quo baru atau menghadapi konsekuensi yang lebih besar.

Sebelum perang, sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas global melewati Selat Hormuz. Konflik dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Toyota Belum Buka SPK Land Cruiser FJ, 61 Unit Pesanan Jusuf Hamka Baru Dicatat
• 5 jam lalu
0
thumb
Saat Raja Ritel Indonesia Tumbang, Diambil Alih Keluarga Konglomerat
• 17 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming Chelsea vs Milan di GBK Malam Ini: Kick-off Pukul 19.00 WIB
• 18 jam lalu
0
thumb
Balai Karantina dan Satgas Pamtas Amankan 1.286 Telur Penyu yang Diduga Hendak Diselundupkan di Sambas
• 14 jam lalu
0
thumb
Kasus Suap Proyek, KPK Geledah 3 Lokasi di Bengkulu dan Rejang Lebong
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.