Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara usai sayembara tangkap begal yang dicetuskannya menuai kritikan dari beberapa pihak. Dedi menyebut sayembara tangkap begal itu akan tetap dilanjutkan meski menuai kontroversi.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi memang sempat menggelar sayembara untuk menangkap pelaku begal. Ia mengaku akan memberikan hadiah senilai Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang mampu menangkap pelaku begal, pencurian, pencopetan, penjambretan, perampokan dan menyerahkan pelaku kepada polisi dalam keadaan hidup.
Dedi menyebut sayambara itu sengaja digelar untuk menekan angka kriminalitas di Jawa Barat. Oleh karena itu, ia meminta bantuan masyarakat untuk turut serta menekan angka kriminalitas.
"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi dilansir dari TribunBekasi.com.
Namun, sayembara tangkap begal Dedi Mulyadi itu justru menuai kritikan dari beberapa pihak termasuk Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dan Menteri HAM Natalius Pigai. Menurut mereka, ide itu bisa berpotensi mendorong masyarakat melakukan tindakan main hakim sendiri.
Terkait hal tersebut, baru-baru ini Dedi Mulyadi buka suara. Diakui Dedi Mulyadi, ia akan tetap melanjutkan sayembara tersebut.
Ia menyebut penghargaan itu akan tetap diberikan bagi warga yang memiliki partisipasi memberi dukungan terhadap aparat penegak hukum. Selain itu, sayembara itu juga merupakan upaya psikologi publik untuk membangunkan warga Jawa Barat agar tidak takut begal.
"Saya bikin sayembara untuk membangunkan kita tidak boleh takut oleh begal, begal yang harus takut oleh kita," kata Dedi saat sambutan di kegiatan pengungkapan kejahatan jalanan dan pemusnahan barang bukti di Mapolda Jabar, Jumat (8/8/2026) dilansir Kompas.com.
Dedi menyebut jumlah pelaku kejahatan jalanan sebenarnya jauh lebih sedikit dibandingkan masyarakat yang terdampak rasa takut akibat aksi mereka. Karena itu, Dedi menilai perlu ada perubahan cara pandang agar ruang publik tidak dikuasai oleh ketakutan terhadap pelaku kejahatan.
"Masa 100 orang membuat takut 100.000 orang? Gak bisa. Kita yang harus buat takut mereka," katanya.
Dedi menyebut rencana itu sebenarnya sudah berjalan. Seperti beberap waktu lalu, ia memberikan hadiah kepada pengemudi ojek online yang menggagalkan anak bawa senjata tajam untuk tawuran.
"Kemarin saya sudah kasih hadiah tuh Rp 25 juta sama yang Shopeefood yang menggagalkan anak bawa senjata tajam untuk tawuran."
"Jadi nanti ojol, kalau ojol bisa nangkap maling nangkap begal dan tidak mengalami penyiksaan, dikirim dalam keadaan utuh ke Polda langsung, besoknya ketemu saya saya kasih hadiah," katanya.
Lebih lanjut, Dedi mengatakan bahwa sayembara tersebut merupakan penghargaan bagi masyrakat yang berpartisipasi memberi dukungan terhadap aparat penegak hukum. Oleh karena itu, sayembara tangkap begal Dedi Mulyadi itu akan tetap dilanjutkan.
"Iya pokoknya gini, sayembara itu tidak ada akhirnya karena itu adalah reward terhadap warga yang punya partisipasi memberikan dukungan terhadap aparat dalam penyelesaian problem kejahatan termasuk yang tadi pembakaran dan sejenisnya," ucap pria yang akrab disapa KDM tersebut.
"Karena kita ini masyarakat, kita ini perlu dipacu adrenalinnya. Sudah lama warga kita ini agak tertidur sehingga kita sekarang membangkitkan kembali semangat untuk menjaga kampung dan kemudian menjadi jawara," katanya.
Di akhir kalimatnya, Dedi Mulyadi berterima kasih pada semua pihak yang telah mengkritiknya. Dedi menegaskan sayembara itu dilakukan sebagai bentuk sinergitas untuk memberantas kejahatan.
"Saya juga berterimaksih kepada semua pihak yang telah mengkritik saya memberikan sayembara begal dianggap itu seolah-olah bertentangan dengan jajaran Polda Jabar."
"Padahal itu bagian dari sinergitas kita dalam memerangi kejahatan," tutup Gubernur Jawa Barat tersebut. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)