Kepala keamanan nasional Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, mengeluarkan daftar tuntutan yang harus dipenuhi Amerika Serikat (AS) sebelum Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz. Apa saja syarat yang diajukan Iran?
Dilansir CNN, Minggu (9/8/2026), media pemerintah Iran mempublikasikan daftar persyaratan yang disusun oleh Zolghadr. Selain menjabat Kepala Keamanan Nasional Iran, Zolghadr juga menempati posisi sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Daftar tuntutan yang diajukan Iran mencakup langkah-langkah seperti pencabutan blokade angkatan laut AS, penarikan pasukan militer, dan pengakhiran perang secara permanen.
Zolghadr juga mendesak AS untuk memberikan kompensasi kepada Iran atas kerugian yang diakibatkan oleh konflik tersebut serta mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan.
"Ini adalah tuntutan rakyat Iran, yang telah mereka suarakan dengan lantang selama 160 hari kehadiran mereka yang teguh di lapangan dan di jalanan," ujar Zolghadr.
Dalam tuntutan tersebut, Iran juga menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz jika AS tidak memenuhi permintaan mereka.
"Selama Amerika tidak memperbaiki perilakunya, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali," kata Zolghadr.
Pada Sabtu (8/8), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada kondisi-kondisi lain, termasuk langkah AS untuk memperbaiki pelanggaran yang menurutnya telah melanggar nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara pada bulan Juni.
Kementerian Luar Negeri Oman menggambarkan perundingan tersebut sebagai sesuatu yang positif dan konstruktif.
Pada hari Jumat (7/8), lembaga penyiaran negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan bahwa para anggota parlemen Iran sebagian besar telah menyepakati usulan kerangka perjanjian dengan Oman, namun masih menunggu persetujuan akhir.
(ygs/ygs)






Komentar (0)