Bikin Heboh, Sungai Hilang Jadi Hamparan Pasir dan Muncul Pulau

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sebuah pemandangan dari drone memperlihatkan cakrawala Warsawa di balik hamparan pasir yang muncul ke permukaan di Sungai Vistula, saat gelombang panas menyebabkan penurunan permukaan air sungai di beberapa wilayah negara tersebut, di Warsawa, Polandia, 4 Agustus 2026. (REUTERS/Kacper Pempel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Polandia terancam mengalami kekeringan terburuk setelah gelombang panas hampir 40 derajat celcius. Tandanya juga sudah terlihat dari sebuah sungai yang menampilkan daratan seperti pulau berpasir.

Hamparan berpasir itu terlihat di permukaan Sungai Vistula, Polandia. Dari gambar yang beredar memperlihatkan sebagian besar sungai kini muncul daratan.

Ahli hidrologi dari Institut Meteorologi dan Pengelolaan Air (IMGW) di Warsawa, Pawel Staniszewski mengatakan peringatan soal kekeringan seiring menurunnya debit air sungai juga telah diberlakukan di seluruh negeri.


Baca:"Neraka Bocor" Tak Main-Main, Sungai Menghilang-Warga Ketakutan

Salah satu dampak kekeringan juga terjadi di Sungai San berada di kota Stalowa Wola, yang mencatat rekor permukaan air terendah. Begitu juga sungai terpanjang di Polandia, Vistula mengalami penurunan debit air.

Kondisi parah ini memaksa pemerintah setempat memberlakukan penggunaan air untuk sektor industri.

Dia juga mengatakan daerah paling terdampak dari kekeringan ini adalah Polandia bagian selatan. Di sana aliran sungai tercatat sangat rendah.

Dampaknya bisa mengganggu berbagai sektor dari pertanian, industri hingga infrastruktur.

Ada berbagai alasan penyebab kekeringan di Polandia. Bukan hanya karena suhu udara tinggi, menurunya juga karena minimnya curah hujan dalam waktu panjang.

Fenomena ini juga belum pernah dialami seorang warga berusia 70 tahun bernama Edward Gazda. Dia mengatakan kini orang bisa menyeberangi sungai dengan celana pendeknya dan rumput yang mulai tumbuh di area yang selalu terendam air.

"Selama 70 tahun hidup saya, saya belum pernah melihat permukaan air serendah ini. Hari ini orang bisa menyeberanginya hanya dengan mengenakan celana pendek, padahal bertahun-tahun yang lalu ketinggian air bisa mencapai leher," kata Gazda dikutip dari Reuters, Sabtu (8/8/2026).

"Rumput kini tumbuh di area yang sebelumnya selalu terendam air," dia menjelaskan.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Kepala BMKG Ingatkan Bahaya El Nino, Pernah Bikin Inflasi "Meledak"

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Disebut Pengecut Usai Hijrah dari Kasus Ijazah, Dokter Tifa: 1.910 Hari Saya Meneliti, Kalian Bantu Apa?
• 3 jam lalu
0
thumb
Hadapi Empat Kompetisi Musim Ini, Persib Datangkan Bek Asal Kroasia Danijel Loncar untuk Perkuat Lini Belakang
• 16 jam lalu
0
thumb
Jadwal SEA V Cup 2026, Minggu 9 Agustus: Timnas Voli Putri Indonesia Hadapi Filipina Diperebutan Runner-up
• 2 jam lalu
0
thumb
Olah TKP Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Polisi Duga Titik Api dari Lantai 11
• 2 jam lalu
0
thumb
Pakar Dorong Polri Tindak Tegas Penyebar Konten Manipulatif dan Provokatif
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.