Sering Ngomong Sendiri? Ternyata Ada Manfaatnya, Ini Penjelasan Ilmiahnya

viva.co.id
55 menit lalu
Cover Berita

VIVA – Pernah tiba-tiba berbicara sendiri saat sedang bekerja, berbelanja, mencari barang, atau bahkan ketika menghadapi masalah? Jika iya, Anda tidak perlu buru-buru menganggap kebiasaan tersebut aneh.

Berbicara sendiri, terutama dengan suara yang terdengar jelas, ternyata merupakan perilaku yang cukup umum. Kebiasaan ini bahkan dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kemampuan berpikir, konsentrasi, motivasi, hingga pengelolaan emosi.

Baca Juga :
Perda Pengendalian Pencemaran Udara Sudah Tak Memadai, DPRD Jakarta Didorong Prioritaskan Revisi
Antisipasi Risiko dan Lonjakan Polusi, Bicara Udara Luncurkan Knowledge Hub untuk Publik

Dalam istilah psikologi, kebiasaan tersebut sering disebut self-talk atau private speech. Banyak orang menggunakannya secara spontan untuk membantu diri sendiri memahami situasi atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Berikut ini alasan seseorang ngomong sendiri, melansir dari Healthline

1. Membantu lebih fokus

Salah satu manfaat berbicara sendiri adalah membantu menjaga konsentrasi. Misalnya, ketika sedang merakit sesuatu, memperbaiki barang, atau mengerjakan tugas yang rumit, seseorang mungkin secara otomatis mengucapkan langkah-langkah yang harus dilakukan.

Mengatakan sesuatu seperti, "Bagian ini dipasang dulu, setelah itu yang sebelah kanan," dapat membantu otak memusatkan perhatian pada tahapan pekerjaan.

Mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri juga bisa membantu, misalnya, "Kalau bagian ini dipindahkan, apa yang akan terjadi?" Cara sederhana tersebut dapat membuat seseorang lebih fokus mencari solusi.

2. Bisa meningkatkan motivasi

Ketika menghadapi pekerjaan yang sulit, berbicara kepada diri sendiri dengan kalimat positif dapat memberikan dorongan tambahan.

Menariknya, cara menyampaikan kalimat tersebut juga bisa berpengaruh. Alih-alih mengatakan, "Aku pasti bisa," seseorang dapat mencoba menggunakan sudut pandang orang kedua seperti, "Kamu sudah melakukannya dengan baik. Tinggal sedikit lagi."

Cara ini dapat menciptakan jarak emosional sehingga seseorang lebih mudah melihat situasi secara objektif, terutama ketika sedang stres atau merasa ingin menyerah.

3. Membantu memahami emosi

Berbicara sendiri juga dapat menjadi cara untuk memproses perasaan. Ketika sedang marah, kecewa, takut atau bingung, mengutarakan apa yang dirasakan dapat membantu seseorang memahami sumber emosinya.

Misalnya, daripada hanya merasa "kesal", seseorang bisa mengatakan, "Aku sebenarnya kecewa karena merasa tidak dihargai."

Dengan mengucapkannya secara langsung, pikiran yang awalnya terasa berantakan dapat menjadi lebih terstruktur. Perasaan pun terkadang terasa lebih mudah dikendalikan setelah diberi nama dan dijelaskan.

Baca Juga :
'One Last Dance', Afifuddin Kalla Sebut Tak Cuma Bicara tapi Bikin Dampak Nyata
Kunjungan ke Qatar, Ketum Kadin Anindya Bakrie Bicara dengan Presiden Trump
Contact Center BI Dapat Apresiasi Global, Intip Sederet Keunggulannya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Muzani Sebut Qanun Asasi Jadi Landasan Jaga Negara: Indonesia Beruntung Ada NU
• 9 jam lalu
0
thumb
Gedung Bapenda DKI Kebakaran, 1.000 ASN Bakal Diatur WFH Bergantian
• 12 jam lalu
0
thumb
Beragam Ekspresi Finalis Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
• 11 jam lalu
0
thumb
Terungkap Alasan Sule Tak Patok Harga Mahal untuk Tempat Wisata Miliknya, Prikitiew Land
• 4 jam lalu
0
thumb
Foto Topan Dolphin Mengamuk, Jepang Diterjang Angin 198 Km per Jam
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.