Pantau - Kepolisian Resor Malang memastikan kawasan Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah kondusif setelah terdampak kebakaran Gunung Bromo yang secara keseluruhan menghanguskan sekitar 176 hektare lahan.
Kepala Seksi Humas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan petugas sudah tidak menemukan titik api maupun asap di kawasan Jemplang.
"Untuk wilayah Jemplang di Kabupaten Malang saat ini sudah kondusif, tidak terlihat titik api maupun asap," ungkap Budiono.
Berdasarkan pemantauan petugas gabungan di lapangan, luas kawasan Jemplang yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.
Sementara itu, luas lahan terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo secara keseluruhan hingga saat ini mencapai sekitar 176 hektare.
Area terdampak kebakaran tersebut membentang mulai dari kawasan Bantengan hingga Jantur.
Petugas Tetap Siaga Antisipasi Titik Api BaruMeski Jemplang sudah dinyatakan kondusif, petugas gabungan masih bersiaga untuk melakukan pemantauan secara berkala dan mengantisipasi munculnya titik api baru.
Potensi kebakaran kembali menjadi perhatian karena hembusan angin dan kondisi vegetasi kering dapat memicu kemunculan maupun perluasan api.
Budiono menegaskan personel kepolisian masih ditempatkan di kawasan terdampak untuk melakukan pengawasan.
"Personel masih kami siagakan di kawasan Blok Savana," tegasnya.
Pemantauan dilakukan melalui pemeriksaan langsung oleh petugas di lapangan serta menggunakan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan atau SiPongi.
SiPongi menyediakan peta persebaran titik panas atau hotspot yang diperbarui secara waktu nyata untuk membantu petugas memantau perkembangan kebakaran.
Berdasarkan pemantauan melalui sistem tersebut, masih ditemukan tiga lokasi berwarna kuning yang masuk kategori sedang.
Ketiga lokasi itu berada di Kabupaten Lumajang dan bukan di kawasan Jemplang, Kabupaten Malang.
"Kepulan asap yang masih terlihat berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sehingga petugas terus berkoordinasi dan mengantisipasi apabila terjadi pergerakan api," jelas Budiono.
Petugas terus berkoordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan api dari wilayah Lumajang menuju kawasan lainnya.
Kebakaran Menjalar ke Malang Sejak 5 AgustusSebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang menyatakan kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo mulai menjalar ke wilayah Kabupaten Malang pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Penjalaran api mencapai kawasan Jemplang dari arah tugu perbatasan Malang-Lumajang.
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bermula pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Lokasi awal kebakaran disebut berada di Blok Bantengan sebelum dampaknya meluas ke sejumlah kawasan lain di Gunung Bromo.





Komentar (0)