Mengapa Penonton Rela Mengirim Gift di TikTok Live? Data Ini Mengungkap Jawabannya

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Model bisnis kreator digital terus mengalami perubahan seiring berkembangnya platform live streaming. Salah satu fenomena yang semakin menonjol adalah ekonomi virtual berbasis gift digital, di mana kreator dapat memperoleh penghasilan tanpa menjual produk fisik, melainkan melalui hadiah virtual yang diberikan penonton selama siaran langsung.

Di Indonesia, TikTok Live menjadi salah satu platform yang memperlihatkan pertumbuhan pola konsumsi digital tersebut. Gift virtual bukan lagi sekadar fitur hiburan, tetapi telah menjadi bagian dari mekanisme ekonomi yang menghubungkan kreator, audiens, dan algoritma platform.

Pengamat industri kreator menilai bahwa keberhasilan memperoleh gift tidak hanya bergantung pada jumlah penonton, melainkan pada kualitas hubungan yang dibangun selama siaran. Interaksi personal, pengakuan terhadap audiens, hingga kemampuan menciptakan rasa kebersamaan dinilai berpengaruh terhadap keputusan penonton untuk memberikan dukungan finansial.

Bringsal Management, sebuah agensi yang bergerak di jaringan kreator (Creator Network), mengungkapkan bahwa data internal mereka menunjukkan faktor emosional memainkan peran penting dalam perilaku pemberian gift.

“Dari data kami, ditemukan bahwa pengakuan langsung dari host merupakan salah satu faktor terkuat yang meningkatkan kemauan penonton untuk memberi gift,” ujar Nurhamid dalam keterangannya, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, host yang aktif menyapa nama penonton serta merespons komentar dengan cepat cenderung memperoleh dukungan yang lebih besar. Penonton merasa diakui dan dianggap sebagai bagian dari komunitas, sehingga keterlibatan mereka meningkat.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa dalam ekonomi digital, perhatian dan interaksi dapat menjadi aset yang memiliki nilai ekonomi. Gift virtual pada akhirnya tidak semata-mata dipicu oleh hiburan, tetapi juga oleh hubungan sosial yang terbentuk antara kreator dan audiens.

Bringsal Management juga menerapkan pendekatan komunitas dalam pembinaan host. Salah satu prinsip yang ditekankan adalah menghindari ketergantungan pada segelintir penyumbang besar.

“Host yang sehat secara komunitas tidak bergantung pada satu atau dua big spender. Banyak penonton juga memberi gift kecil maupun sedang. Dukungannya tersebar dari banyak akun. Meski satu donor berhenti, performa live tetap stabil,” katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Satu Orang Dievakuasi dari Gedung Bapenda DKI Jakarta
• 22 jam lalu
0
thumb
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Ditopang Stabilnya Cadangan Devisa Indonesia
• 15 jam lalu
0
thumb
Tak Terima Kopi Diludahi, Satpam Kantor KPU Wajo Tebas Staf Pakai Badik
• 15 jam lalu
0
thumb
Kesal Mafia BBM Bebas Beroperasi, Persatuan Sopir Angkutan Toraja Raya Tahan Mobil Pelansir
• 14 jam lalu
0
thumb
Kejutan! Liverpool Amankan Ronald Araujo dari Barcelona, Gantikan Ibrahima Konate yang Hengkang ke Madrid
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.