Majalengka Targetkan 120 Peserta Program 1 Sarjana 1 Desa, Dapat Beasiswa dan Kesempatan Magang di Jepang

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan 120 peserta dalam program 1 Sarjana 1 Desa pada 2026. Program tersebut merupakan salah satu janji politik sekaligus program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Majalengka.

Program 1 Sarjana 1 Desa telah mulai dijalankan sejak 2025. Pada tahap awal, sebanyak 70 mahasiswa mendapatkan fasilitas pendidikan hingga menyelesaikan jenjang sarjana.

Pada 2026, Pemkab Majalengka bekerja sama dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB) untuk memfasilitasi pendidikan jenjang sarjana bagi masyarakat dari keluarga miskin. Program tersebut juga terintegrasi dengan kesempatan magang di Jepang.

Tahun ini, sebanyak 120 orang ditargetkan mengikuti program yang mencakup beasiswa pendidikan dan kesempatan magang di Jepang tersebut.

Program itu dirancang tidak hanya untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga memberikan pengalaman kerja kepada peserta.

Setelah menyelesaikan pendidikan dan program magang, para peserta diharapkan memiliki pengalaman serta modal usaha yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha ketika kembali ke daerah.

Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan dapat membuka usaha atau menciptakan lapangan pekerjaan dengan melibatkan keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Program 1 Sarjana 1 Desa juga disebut berjalan beriringan dengan sejumlah program Pemkab Majalengka lainnya, di antaranya Matahati dan program pengentasan kemiskinan.

Melalui skema tersebut, pemerintah daerah berharap program dapat memberikan dampak terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS), penurunan pengangguran, serta pengurangan angka kemiskinan di Majalengka.

Program 1 Sarjana 1 Desa menjadi salah satu strategi yang disiapkan Pemkab Majalengka untuk mendukung pencapaian visi pembangunan daerah, Majalengka Langkung Sae.

Pemkab Majalengka menyebut visi tersebut disusun berdasarkan analisis data, kondisi dan keresahan masyarakat, serta peluang yang muncul dari berbagai isu di tingkat daerah, nasional, hingga global.

Dalam penyusunan sejumlah program tersebut, Pemkab Majalengka juga melibatkan akademisi untuk menguji dan memberikan masukan terhadap gagasan serta strategi pembangunan yang dirancang.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan program yang efektif dan efisien dengan mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

Semangat pembangunan tersebut kemudian dikaitkan dengan prinsip kehidupan Islami, yakni menjadikan hari ini lebih baik dibandingkan hari sebelumnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Masyarakat Sipil Keluhkan Akses untuk Bertemu Wakil Rakyat: Harus Melewati 5 Layered Security Check
• 44 menit lalu
0
thumb
Kronologi Bos Konter HP asal Semarang Ditemukan Tewas di Bagasi Mobil
• 23 jam lalu
0
thumb
Menko PM dan BAZNAS RI Salurkan Bantuan Zmart, BUMi, dan Santripreneur di Ponpes Gresik
• 3 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI, Lantai 11-16 Terbakar
• 15 jam lalu
0
thumb
Dijegal Singapura ke Semifinal Piala AFF 2026, Pengamat: Timnas Indonesia Kehilangan Roh dan Karakter Bermain
• 9 menit lalu
0
Berhasil disimpan.