Dikabarkan Marah Akibat Militer AS Kekurangan Amunisi, Trump Geram Mengecam Media karena Menyebarkan “Berita Palsu”

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

Di tengah kebuntuan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, kondisi persediaan persenjataan militer AS menjadi sorotan. Baru-baru ini, sejumlah media Amerika mengutip sumber yang menyatakan bahwa akibat penggunaan besar-besaran rudal jelajah Tomahawk, sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD, serta senjata lainnya, stok beberapa jenis senjata berpemandu presisi milik AS kini menghadapi tekanan. 

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Donald Trump membantah keras. Ia menegaskan bahwa persediaan amunisi militer AS masih sangat mencukupi dan kapasitas produksi industri pertahanan terus ditingkatkan. Trump juga menyatakan bahwa para “pembocor informasi” akan dihukum dengan tegas.

EtIndonesia.com The Washington Post mengklaim bahwa saat mengadakan rapat kabinet di Camp David beberapa waktu lalu, Presiden AS Trump dikabarkan mempertanyakan secara keras kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengenai dugaan kekurangan serius rudal berpemandu jarak jauh dan rudal pencegat pertahanan udara milik militer AS.

Sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa menipisnya persediaan senjata telah mempengaruhi strategi Amerika terhadap Iran, bahkan disebut sebagai salah satu alasan yang membuat Trump membatalkan rencana operasi militer besar terhadap Iran.

Laporan itu menyebutkan bahwa dalam bulan pertama konflik AS-Iran, militer AS telah meluncurkan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk, lebih dari seribu rudal Patriot dan THAAD, serta lebih dari 1.300 rudal taktis Angkatan Darat. Penggunaan besar-besaran tersebut menyebabkan stok persenjataan menurun tajam dan turut mengurangi kemampuan Amerika untuk memberikan bantuan militer kepada Ukraina.

Sumber lain yang berbicara kepada Reuters juga menyatakan bahwa seiring berlarut-larutnya konflik dengan Iran, berkurangnya pasokan rudal dikhawatirkan akan membatasi kemampuan Amerika dalam memberikan efek gentar terhadap Tiongkok dan Rusia.

Sementara itu, para pakar militer memperingatkan bahwa proses produksi senjata presisi, mulai dari penandatanganan kontrak hingga pengiriman, dapat memakan waktu bertahun-tahun sehingga tidak dapat segera menggantikan persediaan yang telah digunakan.

Saat ini, Pentagon telah mengajukan permintaan dana darurat sebesar 67 miliar dolar AS kepada Kongres.

Menanggapi isu tersebut, pada Kamis (6 Agustus), Presiden Trump menulis dalam serangkaian unggahan bahwa, “Amerika Serikat memiliki persediaan amunisi dalam jumlah yang sangat besar, terutama untuk jenis-jenis tertentu. Selain itu, amunisi terus diproduksi sesuai kebutuhan dan dikirim ke Amerika. Perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun jumlah pabrik dan fasilitas produksi terbanyak dalam sejarah negara kita.”

Trump juga menambahkan bahwa para “pembocor” yang menyebarkan informasi yang menurutnya bersifat pengkhianatan sedang diburu dan akan dituntut dengan hukuman penjara jangka panjang.

Dalam unggahan keduanya, Trump secara khusus menuduh The Washington Post menyebarkan berita palsu dan menegaskan bahwa ia sangat puas dengan kinerja Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Mengenai situasi Iran, saat ini kendali atas Selat Hormuz masih dianggap sebagai fokus utama persaingan strategis antara Amerika Serikat dan Iran. Menanggapi proses diplomatik yang berjalan kurang lancar, Wakil Presiden JD Vance mengatakan, “Tugas kami adalah menembus berbagai situasi yang rumit ini untuk memperoleh hasil terbaik bagi rakyat Amerika dan Presiden Amerika Serikat. Saya yakin pada akhirnya kita akan mencapai tujuan tersebut, meskipun prosesnya mungkin berliku dan membutuhkan waktu.”

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Trump juga berulang kali memperingatkan pemerintah Iran bahwa apabila tidak tercapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, Amerika Serikat akan melancarkan serangan militer paling keras terhadap Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkata, “Mereka (Iran) bisa membedakan apakah Anda benar-benar serius atau hanya menggertak. Jika diperlukan, kami siap bertindak kapan saja.”

Laporan gabungan oleh Yi Jing, NTD Television.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar 94 Pinjaman Online Legal OJK 2026, Ini Link dan Website Resminya
• 3 jam lalu
0
thumb
Klarifikasi Sarwendah soal Adanya Bullying Terhadap Anak-anaknya, Mantan Istri Ruben Onsu Tegaskan Hal Ini
• 8 jam lalu
0
thumb
Kondisi Gedung Bapenda DKI Usai Terbakar: Asap Masih Mengepul
• 14 jam lalu
0
thumb
Cara BGN Cegah Kasus Keracunan MBG, Wajibkan Label Kadaluwarsa di Ompreng
• 6 jam lalu
0
thumb
Jelang HUT ke-81 RI, Pimpinan MPR Ziarah ke Makam Bung Hatta
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.