Peristiwa kebakaran klub malam The Station menjadi salah satu tragedi paling mematikan di Amerika Serikat (AS). Karena kecerobohan beberapa detik, puluhan nyawa pun melayang.
Dikutip dari laporan National Institute of Standards and Technology AS, peristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Tepatnya pada tanggal 20 Februari 2003 di klub malam bernama The Station di West Warwick, Rhode Island. Saat itu, orang-orang tengah berpesta. Mereka tengah menikmati hiburan musik dari salah satu band yang sedang tampil.
Penampilan band tersebut diwarnai dengan kemeriahan kembang api. Awalnya, kembang api dinyalakan pada pukul 11:07 malam untuk memulai pertunjukan, dan dalam waktu sekitar 8 hingga 10 detik. Namun siapa sangka, partikel panasnya membakar busa poliuretan di sudut-sudut panggung.
Hanya sekitar 25 detik, api langsung menyebar ke langit-langit ruangan klub. Band berhenti bermain pada detik ke-30, saat massa mulai menyadari bahaya dan mulai bergerak menuju pintu keluar.
Alarm kebakaran berbunyi pada detik ke-41. Dalam waktu hanya 90 detik setelah api berkobar, kondisi di dalam gedung sudah begitu besar. Asap hitam tebal pun membumbung tinggi.
Di satu sisi, pintu masuk utama menjadi tersumbat total karena kerumunan orang yang saling berdesakan untuk menyelamatkan diri. Banyak orang terjepit di pintu masuk. Sedangkan api terus menyebar dengan sangat cepat karena bahan bangunan berbahan kayu dan busa plastik. Atap utama gedung akhirnya runtuh sekitar 45-50 menit setelah api menyala.
Sebanyak 100 orang dilaporkan tewas dalam peristiwa kebakaran ini. Ada 96 orang tewas di lokasi kejadian, sementara 4 orang lainnya meninggal di rumah sakit saat dalam perawatan. Selain itu, lebih dari 200 orang lainnya mengalami luka bakar.
Tragedi ini kemudian diingat sebagai pelajaran penting terkait antisipasi kebakaran. SOP keselamatan dan aturan konstruksi bangunan yang baik mestinya bisa mencegah korban yang lebih banyak.
(rdp/imk)






Komentar (0)