JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya masih mencari potongan tubuh bagian kaki korban mutilasi yang tubuh bagian atasnya ditemukan terbungkus karung di lahan kosong Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, saat ini Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum masih terus berupaya mencari bagian tubuh korban yang dibuang pelaku di Kali Licin, Pancoran Mas, Depok.
"Yang terkait tentang mutilasi, tidak ada statement yang menyampaikan pemberhentian dalam pencarian bagian dari tubuh korban," ujar Budi setelah Apel Kebangsaan Jaga Jakarta di lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: Hari Kedua Pencarian Kaki Korban Mutilasi Depok, Polisi Hadapi Kendala Arus Deras dan Sampah
"Ini terus berjalan, nanti akan kami sampaikan update Dari Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya," imbuh dia.
Terkait rincian motif pelaku membunuh korban juga masih didalami oleh kepolisian untuk memastikan kebenaran dari keterangan pelaku.
"Pelaku sudah didalami pada saat sekarang termasuk motif dan lain-lain. Ini pasti terus berlanjut," kata Budi.
Selama masih diselidiki, pihaknya belum dapat mengungkapkan rinciannya kepada publik agar tidak mengganggu proses penyelidikan.
"Jadi ada beberapa informasi di pasal 17-18 undang-undang keterbukaan informasi publik, ada hal-hal yang bisa dapat disampaikan dan ada yang tidak. Nanti kami akan update kembali," kata dia.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah dua kali menggelar pencarian bagian kaki korban di Kali Licin pada 6 dan 7 Agustus 2026.
Namun masih belum membuahkan hasil.
Pada Kamis (6/8/2026), pencarian berlangsung selama empat jam dan melibatkan seekor anjing pelacak.
Baca juga: Pemutilasi Pria di Depok Mendadak Resign dari Pekerjaannya pada Hari Pembunuhan Korban
Pencarian sepanjang 700 meter itu berlangsung cukup lama karena petugas harus menyisir tumpukan sampah yang memenuhi sungai.
Sementara pada pencarian Jumat (7/8/2016) pencarian hanya sekitar 30 menit dan sepanjang 50 meter.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin mengatakan, pencarian bagian kaki korban terkendala oleh kepastian titik pembuangan jasad dan aliran air.
"Masalah titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Kemudian, ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," ujar Iman.
Terkait durasi pencarian yang hanya sebentar, tim pencarian potongan tubuh korban mesti diatur ritmenya demi efektifitas pencarian.
"Tentunya tim dari K9 dan tim kami juga, harus diatur supaya kami tetap bisa bertahan sampai dengan kami menemukan potongan tersisa yang belum ditemukan tersebut," jelas Iman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)