Digelar di kota dengan kekayaan budaya hasil akulturasi empat etnis, lomba lari Tangerang 10K menyuguhkan beragam atraksi menarik. Selain untuk menikmati keindahan Kota Tangerang, Banten, yang punya sejumlah tempat ikonik bersejarah, para pelari juga memanfaatkan ajang itu guna menggapai catatan waktu terbaik atau personal best.
Lomba lari Tangerang 10K tahun ini bakal digelar pada 13 September 2026. Lomba yang digelar atas kerja sama Bank BJB, Harian Kompas, dan Pemerintah Kota Tangerang itu merupakan bagian dari rangkaian Ultimate 10K Series yang telah digelar di Bandung dan Surabaya, lalu bakal berakhir di Semarang.
Pada tahun kedua penyelenggaraannya ini, lomba lari dengan jarak 10 kilometer itu mengusung tema “Made To Move”. Tema itu merepresentasikan karakter Kota Tangerang yang memadukan warisan sejarah dengan perkembangan modern kota.
Untuk menyambut penyelenggaraan Tangerang 10K, digelar event bertajuk City Touchdown pada Sabtu (8/8/2026). Dalam acara itu, sebanyak 129 pelari dari 18 komunitas mengikuti lari santai sejauh 3,8 kilometer dengan start dan finis di Kopi Nako Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Selain menjajal lintasan lari di tengah Kota Tangerang, acara ini juga digelar untuk menampung aspirasi para pelari menjelang penyelenggaraan Tangerang 10K.
General Manager Event Harian Kompas Budhi Sarwiadi menjelaskan, penyelenggaraan Tangerang 10K tidak lepas dari potensi luar biasa yang dimiliki kota itu. Lahir dari hasil akulturasi empat etnis, yakni Jawa, Sunda, Tionghoa, dan Betawi, Tangerang memiliki kekayaan sejarah yang sangat memukau.
"Bangunan ikonik berpadu dengan keberagaman kuliner menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Tangerang," ujarnya.
Bagi para pelari, Tangerang juga menjadi incaran karena memiliki kontur jalan yang cenderung datar dan steril dari ganggual. "Alhasil, Tangerang bisa dijadikan arena kebut-kebutan bagi para pelari yang ingin mencapai personal best," kata Budhi.
Mengacu pada gelaran Tangerang 10K tahun sebelumnya, penyelenggara membuat sejumlah penyempurnaan. Salah satunya adalah program The Frontliner yang memberikan kesempatan bagi para pelari komunitas untuk memperoleh kesempatan start di barisan terdepan bersama para pelari elite nasional. Mereka juga bisa memperebutkan podium khusus bagi kategori The Frontliner.
Sementara itu, Bank BJB menyatakan, kolaborasi dalam Tangerang 10K bukan sekadar mendukung sebuah event olahraga, tetapi juga untuk membangun ekosistem yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Deputy Corporate Secretary Bank BJB Sani Ikhsan Maulana mengatakan, saat awal lomba ini akan digelar, dirinya sempat mengkhawatirkan minat para pelari untuk mengikuti gelaran ini. Namun, Tangerang 10K ternyata menyedot perhatian banyak pelari.
Saat pertama kali Tangerang 10K digelar tahun lalu, panitia membuka slot untuk 2.500 pelari. Dalam waktu sebulan, slot yang disediakan itu pun habis. Melihat antusiasme itu, Tangerang 10K 2026 membuka slot untuk 3.000 pelari. "Dan sekarang slotnya sudah menipis," ucap Sani.
Antusiasme itu menunjukkan bahwa event ini telah membentuk ekosistem lari di Kota Tangerang. "Tidak hanya bagi pelari, event ini berdampak bagi UMKM, industri kreatif, dan perhotelan. Harapan saya, Tangerang 10k menjadi event lari yang dinanti-nanti dan menjadi kebanggan kota itu sendiri. Saya percaya Tangerang mampu dan bisa," ucap Sani.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menyatakan, Pemkot Tangerang berkomitmen menyambut ribuan pelari pada September mendatang. Berbagai fasilitas pendukung pun disiapkan agar peserta dapat menikmati pengalaman yang nyaman sejak tiba hingga race day berlangsung.
“Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pelari. Karena itu, tahun ini kami tidak hanya mempersiapkan race day, tetapi juga pengalaman sejak teman-teman tiba di Tangerang,” katanya.
Menurut rencana, race pack collection atau pengambilan perlengkapan lomba akan berlangsung di kompleks perkantoran Pemkot Tangerang. Selain itu, bakal digelar festival kuliner di Stadion Benteng yang menghadirkan berbagai kuliner lokal dan aktivitas menarik. ”Kami juga menyiapkan mobil shuttle untuk memudahkan mobilitas para pelari,” ujar Kaonang.
Pemkot Tangerang juga menggandeng berbagai pelaku usaha lokal untuk menghadirkan beragam promo spesial, mulai dari hotel, kafe, hingga merchant yang dapat dinikmati peserta, baik sebelum maupun setelah lomba.
Beragam atraksi juga akan disediakan, seperti barongsai, wushu, marching band, bahkan perahu naga yang akan beraksi di bantaran Sungai Cisadane. "Harapannya, pelari tidak hanya berlari, tetapi bisa singgah sejenak untuk menikmati kekayaan budaya di Kota Tangerang," tutur Kaonang.
Sementara itu, sejumlah pelari menargetkan bisa meraih catatan waktu terbaik dalam Tangerang 10K 2026. Hal itu antara lain disampaikan pasangan suami-istri Mirza (28) dan Zaza (28). "Walaupun kami suami-istri, soal catatan lari kami tetap bersaing," ujar Zaza.
Menurut Zaza, Tangerang 10K bakal menjadi ajang untuk beradu cepat dengan pasangannya. "Rekor waktu saya untuk 10K adalah 1 jam 2 menit. Di Tangerang, saya akan berusaha bisa finis kurang dari satu jam," katanya.
Harapan saya, Tangerang 10k menjadi event lari yang dinanti-nanti dan menjadi kebanggan kota itu sendiri
Tak mau kalah dengan istrinya, Mirza juga bertekad mencatatkan waktu terbaik di Tangerang 10K 2026. "Pada event lari di Jakarta, saya mencatatkan waktu 1 jam 5 menit. Harapannya, kali ini saya bisa mengalahkan istri saya," ucapnya.
Meskipun menargetkan bisa meraih catatan waktu terbaik, Zaza dan Mirza juga tidak ingin melewatkan keindahan Kota Tangerang. "Saya berharap di setiap sudut ada fotografer sehingga kami bisa merekam sudut kota yang indah," tutur Zaza.
Adapun pelari lain, Ratih, mengaku hanya ingin menikmati keindahan Kota Tangerang saat mengikuti Tangerang 10K mendatang. "Inginnya sih santai-santai, tapi enggak tahu nanti kalau pelari lain pada ngebut, mungkin ikutan ngebut juga," katanya.
Tahun lalu, Ratih juga telah mengikuti Tangerang 10K. Menurutnya, event lari ini menyuguhkan suasana yang berbeda dibanding kota lain. "Jalannya luas. Walau agak bergelombang, tetapi jalannya flat dan steril," ujarnya.
Dia pun berharap, dalam Tangerang 10K 2026, panitia dapat menyertakan sejumlah komunitas lari untuk melakukan cheering atau memberi semangat kepada para pelari . "Kalau cheering banyak, pelari akan semakin bersemangat," ucapnya.
Dari penuturan sejumlah pelari, Tangerang 10K bukan sekadar ajang adu cepat lari, tetapi juga ajang untuk menikmati kebersamaan di tengah kota yang berbudaya. Saat berlari di tepian Sungai Cisadane, pelari mungkin membawa targetnya masing-masing. Ada yang mengejar personal best, tetapi ada pula yang ingin menikmati kota itu langkah demi langkah.






Komentar (0)