Smelter Manyar PTFI Kembali Beroperasi September 2026 Usai Pasokan Tersendat

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan operasional smelter tembaga di Manyar, Gresik, kembali dimulai pada September 2026. Smelter kedua PTFI itu mulai menerima pasokan konsentrat tembaga dari Grasberg, yang masih dalam pemulihan.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengatakan imbas tragedi longsor pertambangan bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), tingkat produksi perusahaan hanya mencapai 65 persen dari kapasitas pada tahun 2026.

"Produksi tahun ini cuma mencapai 65 persen, tentu saja berkurang, pendapatannya berkurang, tapi masih tetap bisa bayar dividen. Masih tetap bisa kontribusi kepada negara lumayan besar," tegasnya saat ditemui di Peluncuran dan Bedah Buku Bahlil Lahadalia, dikutip Sabtu (8/8).

Tony menargetkan pemulihan tambang GBC bisa rampung 100 persen pada akhir tahun 2027. Hanya saja, untuk smelter Manyar ditargetkan sudah bisa mulai beroperasi pada tahun ini, setelah sempat tak mendapatkan pasokan konsentrat tembaga yang cukup.

PTFI mengoperasikan pabrik peleburan atau smelter PT Smelting, yang 66 persen sahamnya dimiliki PTFI di Gresik, serta Pabrik Pemurnian Logam Mulia (PMR) memproses lumpur anoda dari pabrik peleburan PTFI dan PT Smelting di Manyar, Gresik.

Selama periode peningkatan bertahap tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, operasi peleburan di Indonesia baik di pabrik peleburan PTFI maupun PT Smelting disesuaikan sebagai akibat dari ketersediaan konsentrat tembaga yang terbatas.

"Smelter nanti mulai bulan September sudah mulai akan produksi lagi. Sementara ini konsentrat sudah mulai masuk dari Papua, sudah mulai masuk ke Manyar, kan biar volumenya cukup dulu baru kita bakar di furnace," ungkap Tony.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa operasional smelter juga harus bertahap, tidak bisa langsung 100 persen dari kapasitas, lantaran harus menyesuaikan dengan pemulihan tambang Grasberg.

"Masih di bawah 30 persen. Ya itu tadi, menuju 100 persen di tahun 2027 akhir," tandasnya.

Sebelumnya, Freeport McMoran (FCX) menyebutkan PTFI menyelesaikan kegiatan remediasi dan restorasi untuk memulai kembali Blok Produksi 2 dan 3 dan memulai kegiatan peningkatan awal pada akhir Maret 2026. Selama kuartal II tahun 2026, PTFI membuat kemajuan yang stabil pada peningkatan bertahapnya.

PTFI terus memajukan kegiatan untuk rencana memulai kembali Blok Produksi 1S di masa mendatang dan strategi mitigasi risiko yang terkait dengan teknologi drainase dan pengelolaan gua.

Tingkat produksi keseluruhan PTFI diperkirakan akan mencapai sekitar 65 persen pada paruh kedua tahun 2026, 80 persen pada pertengahan tahun 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun 2027.

Pada akhir kuartal II tahun 2026, PT Smelting beroperasi pada kapasitas penuh dan pengiriman ke 7 pabrik peleburan PTFI diharapkan akan dimulai kembali pada paruh kedua tahun 2026 dengan tingkat yang lebih rendah tergantung pada ketersediaan konsentrat tembaga dari operasi penambangan PTFI.

Sementara PMR terus beroperasi secara terbatas setelah insiden luapan lumpur eksternal pada September 2025, terutama memproses lumpur anoda dari PT Smelting. FCX memperkirakan variabilitas yang lebih tinggi antara produksi dan penjualan PTFI hingga fasilitas pengolahan hilirnya mencapai tingkat operasi normal.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Jadwalkan Klarifikasi YouTuber Bigmo Terkait Dugaan Promosi Vape yang Libatkan Anak
• 15 jam lalu
0
thumb
[FULL] Sambutan Luhut di Peluncuran Buku Bahlil: Jarang Sekali Ada Presiden RI Hadir
• 5 jam lalu
0
thumb
Vietnam dan Singapura Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 8 Agustus 2026: Leo Penuh Pesona, Libra Jangan Gegabah
• 10 jam lalu
0
thumb
Calon Paskibraka jalani latihan gabungan untuk upacara HUT ke-81 RI
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.