Meksiko, Brasil pererat hubungan di tengah ketegangan Lula dan Trump

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Meksiko dan Brasil sepakat memperdalam kerja sama di bidang perdagangan, energi, serta urusan multilateral dalam pertemuan tingkat tinggi di Brasilia, ketika kedua negara berupaya meningkatkan koordinasi di tengah meningkatnya ketegangan regional dan global.

Anadolu melaporkan pada Sabtu bahwa Menteri Luar Negeri Meksiko Roberto Velasco bertemu dengan mitranya dari Brasil, Mauro Vieira, pada Kamis (6/8) dalam pertemuan keenam Komisi Binational Meksiko-Brasil, sebelum melakukan pembicaraan dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.

Lula kembali menyampaikan undangannya kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk berkunjung ke Brasil.

Kedua pemerintah mengatakan akan terus memperluas kerja sama di sektor-sektor strategis, termasuk perdagangan, energi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, sekaligus memperkuat koordinasi di berbagai forum internasional.

Mereka juga kembali menyatakan dukungan terhadap pencalonan mantan Presiden Chile Michelle Bachelet untuk menjadi sekretaris jenderal PBB berikutnya.

Kerja sama energi menjadi salah satu topik utama dalam diskusi tersebut. Kedua pihak mendorong rencana untuk mempererat kolaborasi antara perusahaan minyak milik negara Meksiko, Pemex, dan perusahaan energi Brasil, Petrobras, di berbagai bidang, termasuk eksplorasi hidrokarbon dan pengembangan bahan bakar nabati.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Brasil dan AS menyusul perselisihan mengenai tarif dan hubungan diplomatik. Meksiko sendiri berupaya melakukan diversifikasi kemitraan internasional tanpa mengganggu hubungan ekonomi eratnya dengan Washington.

Beberapa hari sebelum pertemuan, Brasil menolak memberikan visa kepada dua utusan Departemen Luar Negeri AS yang berencana bertemu dengan otoritas pemilu. Brasil menuduh keduanya berupaya merusak kepercayaan terhadap sistem pemilu negara tersebut.

Perselisihan diplomatik antara AS dan Brasil terjadi di tengah konflik perdagangan yang semakin meningkat setelah pemerintahan Trump memberlakukan tarif 25 persen terhadap barang-barang Brasil pada awal musim panas ini, menyusul tarif 50 persen yang diberlakukan pada tahun sebelumnya.

Pertemuan itu berlangsung dengan latar belakang meningkatnya ketegangan tersebut, ketika Meksiko dan Brasil berupaya memperluas kerja sama bilateral serta koordinasi mengenai isu-isu regional dan multilateral.

Meksiko dan Brasil telah memperkuat hubungan dalam beberapa bulan terakhir melalui kontak rutin tingkat tinggi antara Sheinbaum dan Lula.

Pada Juni, kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen mereka terhadap multilateralisme, hukum internasional, dan prinsip non-intervensi, sekaligus menginstruksikan kementerian luar negeri masing-masing untuk mempersiapkan pertemuan keenam Komisi Binational.

Sumber: Anadolu

Baca juga: AS cabut visa dubes Brasil karena tolak calon dubes usulan Trump

Baca juga: Meksiko tidak membalas tarif Trump, andalkan perjanjian dagang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Sepak Terjang dan Perjalanan Hidup Bahlil Bisa Jadi Insipirasi Generasi Muda
• 20 jam lalu
0
thumb
Iran-Oman Sepakati Pembukaan Selat Hormuz 60 Hari
• 17 jam lalu
0
thumb
Curhatan Yurizal Tri Chaerawan Jadi Sorotan, Cinta Laura Sentil Layanan Kesehatan di Rumah Sakit
• 15 jam lalu
0
thumb
Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi
• 10 jam lalu
0
thumb
Ditahan Imbang Singapura, Indonesia Gagal Melaju ke Semifinal Piala AFF 2026
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.