Indonesia Sehat Jiwa Bentuk Peer Buddy di Sekolah Islam Athirah Makassar, Ajak Remaja Bersahabat dengan Emosi

terkini.id
1 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Indonesia Sehat Jiwa (ISJ), bagian dari Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia, memperkuat upaya membangun lingkungan sekolah yang sehat secara mental dan bebas dari perundungan (bullying) melalui pembentukan dan pelatihan Peer Buddy di Sekolah Islam Athirah Makassar.

Program tersebut digelar bersamaan dengan kampanye interaktif bertajuk “Anak Hebat: Bijak Bergadget, Anti Bullying, dan Sehat Jiwa”.

Salah satu fokus utama kegiatan ialah mengajak remaja memahami serta mengelola emosi melalui tema “Bersahabat dengan Emosi”.

Inisiatif ini menjadi bagian dari intervensi dini untuk membantu remaja menghadapi berbagai tekanan psikososial, persoalan perundungan, hingga tantangan dalam mengelola emosi.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar yang disampaikan dalam materi kegiatan, laporan kasus kekerasan dan perundungan meningkat dari 520 kasus pada 2024 menjadi 1.222 kasus pada 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan penguatan dukungan psikologis bagi anak dan remaja, khususnya di lingkungan pendidikan.

Peer Buddy Jadi Teman Curhat hingga Jembatan Rujukan

Dalam program ini, sejumlah siswa dan siswi terpilih Sekolah Islam Athirah Makassar mendapatkan pelatihan dari tim psikolog dan konselor Indonesia Sehat Jiwa.

Mereka dibekali keterampilan dasar Pertolongan Pertama Psikologis (Psychological First Aid), komunikasi berbasis empati, serta kemampuan mengenali dan mengelola emosi.

Peer Buddy tidak diposisikan sebagai pengganti psikolog, konselor, maupun guru BK. Mereka justru diarahkan menjadi teman sebaya yang mampu memberikan dukungan awal dan membantu menghubungkan siswa yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut kepada pihak yang tepat.

Setidaknya terdapat tiga peran utama Peer Buddy.

Pertama, sebagai teman curhat sebaya, yakni menjadi pendengar yang aman, hangat, dan tidak menghakimi bagi teman yang ingin berbagi cerita.

Indonesia Sehat Jiwa Bentuk Peer Buddy di Sekolah Islam Athirah Makassar, Ajak Remaja Bersahabat dengan Emosi

Kedua, sebagai duta anti-bullying, dengan ikut membangun budaya saling menghargai serta mencegah perundungan fisik, verbal maupun cyberbullying.

Ketiga, sebagai jembatan rujukan, yakni membantu mengenali tanda-tanda awal masalah atau krisis dan mengarahkan teman yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kepada guru BK, pihak sekolah, maupun tenaga profesional.

Remaja Diajak Bersahabat dengan Emosi

Salah satu materi utama dalam pelatihan tersebut adalah modul “Bersahabat dengan Emosi”.

Melalui materi ini, siswa diajak memahami bahwa marah, sedih, cemas, kecewa maupun berbagai emosi lainnya merupakan bagian dari pengalaman manusia yang wajar.

Yang menjadi penting bukan menghilangkan emosi tersebut, melainkan bagaimana mengenali, menerima, dan mengekspresikannya secara sehat.

Ketua Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini, mengatakan kemampuan mengelola emosi perlu diperkenalkan kepada remaja sejak dini.

“Sering kali perilaku perundungan timbul karena ketidakmampuan remaja dalam menyalurkan emosi negatif yang mereka rasakan. Lewat kampanye ‘Anak Hebat’, kami ingin mengedukasi siswa Sekolah Islam Athirah untuk mengenali emosi mereka, memvalidasinya, dan mengekspresikannya secara sehat,” ujar Sofia.

Menurutnya, penanganan persoalan kesehatan mental remaja tidak cukup hanya mengandalkan tenaga profesional. Dukungan dari lingkungan sebaya juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi anak dan remaja.

“Mengandalkan tenaga profesional saja tidak akan cukup. Dengan melatih perwakilan siswa menjadi Peer Buddy, mereka sendiri yang bergerak saling menguatkan di tengah iklim sebaya,” lanjutnya.

Bijak Menggunakan Gadget

Kampanye “Anak Hebat” tidak hanya membahas kesehatan mental dan pencegahan bullying. Para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan gadget dan media sosial secara bijak.

Siswa diajak memahami potensi dampak penggunaan gawai secara berlebihan, termasuk terhadap pola tidur, keseimbangan aktivitas sehari-hari, serta kondisi emosional.

Edukasi tersebut juga diarahkan agar remaja mampu membentengi diri dari berbagai dampak negatif interaksi di ruang digital, termasuk cyberbullying dan tekanan sosial di media sosial.

Melalui pendekatan tersebut, Indonesia Sehat Jiwa berharap program Peer Buddy dapat menjadi salah satu model penguatan ekosistem sekolah yang lebih empatik, tangguh, dan peduli terhadap kesehatan jiwa peserta didik.

Program ini juga diharapkan dapat direplikasi oleh sekolah dan institusi pendidikan lainnya di Sulawesi Selatan.

Sekolah, komunitas, maupun media yang tertarik berkolaborasi dalam penerapan program Peer Buddy dan kampanye “Anak Hebat” dapat memperoleh informasi melalui situs resmi Indonesia Sehat Jiwa dan kanal media sosial @indonesiasehatjiwa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 630, Hari Ini Jumat 7 Agustus Juli 2026: Aqeela Dekat dengan Billy, Masa Lalu Nadia Mulai Terbongkar
• 22 jam lalu
0
thumb
Jelang HUT ke-81 RI dan Sidang Tahunan, Pimpinan MPR Ziarah ke Makam Bung Hatta
• 23 jam lalu
0
thumb
Rapor Timnas Indonesia Saat Melawan Singapura di Piala AFF 2026: Thom Haye Masih Jadi Otak, Ragnar Oratmangoen Lumayan
• 3 jam lalu
0
thumb
Polres Tana Toraja Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Penyalahgunaan BBM
• 7 jam lalu
0
thumb
Jelang Hari Kemerdekaan ke-81, Ini Alutsista Canggih yang Dimiliki RI
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.