Said Abdullah: Di Antara Garis Koordinat dan Gagasan Perubahan Bersama Barisan 8 Center

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Telepon Said Abdullah Abri berdering hampir tanpa jeda. Di layar, bergantian muncul nama klien pertambangan, rekan bisnis kuliner, hingga pengurus organisasi.

Satu hari bisa diisi rapat proyek pemetaan, meninjau operasional restoran, lalu berlanjut membahas agenda pemberdayaan masyarakat bersama Barisan 8 Center.

Bagi pria kelahiran Jakarta, 9 Juni 1992, itu, perpindahan dari satu dunia ke dunia lain bukanlah beban. Ia justru melihatnya sebagai rangkaian peran yang saling melengkapi.

"Pada akhirnya semuanya bermuara pada satu tujuan, bagaimana pekerjaan yang kita lakukan bisa memberi manfaat," ujar pria yang akrab disapa kak Said. 

Kalimat itu menjadi benang merah selama lebih dari satu dekade. Lulusan Teknik Geodesi dan Geomatika serta Magister Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut mengawali karier sebagai konsultan pemetaan pada 2014.

Profesi itu membawanya menjelajahi berbagai wilayah Indonesia hingga Timor Leste untuk mengerjakan proyek-proyek pemetaan sumber daya alam dan pertanahan.

Di lapangan, ia belajar bahwa sebuah peta bukan sekadar gambar dengan garis-garis koordinat. Di baliknya tersimpan informasi yang menentukan arah pembangunan, investasi, perlindungan lingkungan, hingga kepastian hukum atas sebuah wilayah.

Pekerjaan itu juga mempertemukannya dengan banyak wajah Indonesia. Dari kawasan pertambangan hingga desa-desa terpencil, ia melihat potensi yang besar sekaligus tantangan yang belum selesai.

Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya tentang pembangunan.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya melalui kebijakan dari atas. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda agar perubahan benar-benar terasa.

Pandangan itu kemudian membawanya memasuki dunia kewirausahaan. Bersama sejumlah mitra, kak Said mengembangkan usaha kuliner melalui Sakabe Buffet dan Loca House.

Di tengah persaingan bisnis yang ketat, ia menghadapi berbagai dinamika, termasuk ketika pandemi memukul industri makanan dan minuman. Alih-alih mundur, pengalaman itu justru memperkuat keyakinannya bahwa kemampuan beradaptasi merupakan modal terpenting seorang pengusaha.

"Bertahan ketika situasi sulit sering kali lebih berat daripada memulai usaha," katanya.

Dari dunia profesional dan bisnis, langkah Said berlanjut ke ruang pengabdian yang lebih luas. Ia dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Barisan 8 Center (B8C) Jakarta Pusat.

Baginya, organisasi bukan sekadar simbol atau atribut, melainkan ruang untuk mempertemukan gagasan dan kerja nyata. Di bawah kepemimpinannya, B8C Jakarta Pusat mendorong berbagai program yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lestarikan Keindahan Laut Bali Barat, PIS Restorasi Terumbu Karang dan Gelar Ocean LiteraSEA
• 21 jam lalu
0
thumb
Kemenaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas, 208 Peserta Ikuti Program Kewirausahaan di Makassar
• 1 jam lalu
0
thumb
Media Inggris Sebut Marselino Ferdinan Resmi Dicoret Oxford United, Tawaran Kontrak Baru Dilaporkan Belum Dijawab
• 5 jam lalu
0
thumb
Kevin Sibille ungkap misi bersama Bhayangkara FC
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemkab Luwu Timur Tegaskan Penanganan Dampak Sosial Proyek Strategis Nasional IHIP Sesuai Aturan
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.