JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar apel kebangsaan jaga Jakarta di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pagi
Apel dilakukan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 kemerdekaan RI 17 Agustus.
Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), pengemudi ojek online (ojol), maupun mahasiswa.
Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) Komjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, melalui apel ini seluruh lapisan masyarakat diminta untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketetiban, dan persatuan.
Baca juga: Kebakaran Gedung Bapenda Padam, Damkar Sisir Lantai 11-15 Cegah Api Menyala Lagi
"Dari Jakarta, kita hadirkan semangat gotoh royong dan kepedulian demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif bersama kita jaga Jakarta untuk Indonesia," ujar Asep saat membuka apel pagi tadi.
Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi menambahkan, segenap jajaran kepolisian dari Kodam Jaya-Jayakarta dan Polda Metro Jaya serta Pemprov DKI akan terus memastikan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Jakarta.
"Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat," tambah dia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 11.000 orang dari TNI, Polri, dan berbagai elemen masyarakat.
Selain mahasiswa dan komunitas ojol, elemen masyarakat yang hadir antara lain ormas, buruh, OKP Cipayung plus, satpam, Pogdar Kamtipmas, pelajar, dan Saka Bhayangkara.
Kerlibatan berbagai elemen masyarakat dalam apel tersebut merupakan bentuk kebersamaan untuk menjaga persatuan dan ketertiban di Jakarta.
"Karena tanpa masyarakat, tanpa komunitas, TNI dan Polri tidak bisa bekerja secara parsial. Ini merupakan wujud kebersamaan dalam menjaga persatuan," ucapnya.
Baca juga: Gedung Bapenda DKI Kebakaran, 1.000 ASN Bakal WFH Bergantian
Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya juga memperkuat sinergitas, soliditas, dan koordinasi dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan partisipasi masyarakat.
"Termasuk tadi disampaikan isu-isu, ini menyatakan bahwa komitmen moral TNI dan Polri solid, didukung dari pemerintah provinsi DKI, beserta seluruh elemen masyarakat," kata Bhudi.
Selain apel, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti kesehatan dan bakti sosial. Masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan mata, gigi, kesehatan umum, hingga laboratorium.
Apel kebangsaan tersebut digelar untuk menanamkan cinta tanah air, kebersamaan, dan persatuan.
"Karena dengan perbedaan suku, perbedaan agama, perbedaan pendapat, itulah yang menjadikan Indonesia semakin kuat," ujar dia.
Dia berharap semangat Jaga Jakarta dapat mendorong seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan kedamaian Ibu Kota.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)