PKT Dituduh Melancarkan Perang Opini untuk Menyerang Shen Yun, Mantan Pejabat CIA Serukan Penyelidikan

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis Tiongkok (PKT) dituduh memanfaatkan media Amerika Serikat, termasuk The New York Times, sebagai alat untuk melancarkan perang opini yang ditujukan terhadap Shen Yun Performing Arts dan kelompok Falun Gong. Mantan pejabat antiterorisme Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), Tony Sapia, baru-baru ini menyatakan bahwa CIA dan Biro Investigasi Federal (FBI) seharusnya melakukan penyelidikan dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait sesuai hukum.

Dalam wawancara dengan The Epoch Times, Sapia mengatakan bahwa Amerika Serikat menjamin kebebasan pers. Namun, jika persoalan tersebut berkaitan dengan PKT, maka situasinya berbeda. 

Menurutnya, apabila tindakan tersebut berasal dari negara asing yang dianggap bermusuhan dan berupaya menjalankan operasi pengaruh melalui media Amerika Serikat, maka hal itu bukan lagi sekadar persoalan kebebasan pers, melainkan menyangkut keamanan nasional. Karena itu, CIA dan FBI perlu bekerja sama untuk mengungkap fakta dan menghentikan operasi tersebut.

Sejak Maret 2024, The New York Times telah menerbitkan sejumlah artikel yang mengkritik Shen Yun Performing Arts dan Falun Gong. Setelah itu, artikel-artikel tersebut disebarluaskan secara luas oleh banyak akun bot di platform media sosial X. Pihak X kemudian mengkonfirmasi bahwa sebagian akun tersebut terlibat dalam aktivitas terkoordinasi yang tidak autentik dan berkaitan dengan jaringan propaganda PKT, sehingga ribuan akun palsu dihapus.

Akademisi hukum yang bermukim di Australia, Yuan Hongbing, sebelumnya mengungkap kepada The Epoch Times bahwa pemimpin PKT Xi Jinping dalam sebuah pertemuan rahasia pada tahun 2022 memerintahkan penggunaan “perang opini” dan “perang hukum” serta berbagai cara lainnya untuk meningkatkan tekanan terhadap Shen Yun Performing Arts dan Falun Gong di luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai dugaan mengenai upaya PKT memengaruhi narasi media Amerika Serikat juga terus bermunculan.

Sebelumnya, koresponden Gedung Putih Natalie Winters mengungkap di platform X bahwa China-United States Exchange Foundation pernah mengorganisasi dan mendanai sejumlah tokoh media arus utama Amerika Serikat untuk berkunjung ke Tiongkok, bahkan mengunjungi pangkalan militer. Setelah kembali, mereka disebut menerbitkan pernyataan dan laporan yang dianggap bersimpati kepada PKT.

Sapia mengatakan bahwa karena pernah bertugas sebagai pejabat kontra intelijen CIA, ia memahami operasi pengaruh PKT di luar negeri. 

Menurutnya, tindakan PKT yang disebut melakukan infiltrasi, propaganda, dan penindasan lintas negara terhadap Shen Yun Performing Arts serta Falun Gong mengancam kedaulatan dan keamanan nasional Amerika Serikat. Oleh karena itu, pemerintah Amerika Serikat seharusnya melakukan penyelidikan sesuai hukum, membersihkan pengaruh tersebut, dan meminta pertanggungjawaban para pelanggar.

Laporan gabungan oleh Xiao Chang, NTD Television.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penembakan Massal Sekolah Thailand: Pelaku Bunuh Kakek-Neneknya Sebelum Tembaki Guru
• 23 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Gedung Bapenda Jakpus Masih Berkobar, Benda-benda Berjatuhan
• 16 jam lalu
0
thumb
Emas Antam Naik Rp40 Ribu Hari Ini, Dijual Rp2,690 Juta/Gram
• 4 jam lalu
0
thumb
Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan
• 10 jam lalu
0
thumb
Riset Digencarkan, Pemerintah Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Energi dan Kesehatan
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.