Skema Battery as a Service (BaaS) menjadi salah satu solusi yang ditawarkan Polytron untuk membuat kepemilikan mobil listrik (EV) lebih terjangkau. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap biaya penggantian baterai.
Lewat skema ini, harga baterai tidak dimasukkan ke dalam harga pembelian awal mobil. Artinya, konsumen hanya membayar unit kendaraan, sementara penggunaan baterai dilakukan melalui langganan bulanan.
Konsep tersebut membuat harga awal mobil menjadi lebih ekonomis dibandingkan skema kepemilikan penuh (Buy to Own). Selain itu, Polytron juga menjamin performa dan kondisi baterai selama masa langganan konsumen masih aktif.
Untuk biaya langganan, Polytron menyediakan dua pilihan paket. Paket Economy dikenakan tarif Rp 800 per kilometer dengan minimum penggunaan 1.500 kilometer per bulan atau mulai Rp 1,2 juta per bulan. Sementara Paket Unlimited, dipatok Rp 1,4 juta per bulan tanpa batas jarak tempuh.
Keuntungan lain dari skema BaaS adalah konsumen tak perlu memikirkan penurunan performa baterai seiring usia pakai. Baterai tetap menjadi tanggung jawab Polytron selama konsumen masih berlangganan.
Tak hanya itu, Polytron juga melengkapi skema BaaS dengan program buyback guarantee. Melalui program ini, perusahaan menjamin akan membeli kembali G3 Series sampai 70 persen dari harga pembelian awal usai masa kepemilikan maksimal tiga tahun sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi harga, Polytron G3 dengan skema BaaS dipasarkan Rp 329,5 juta OTR Jakarta, sedangkan G3+ BaaS dibanderol Rp 373,5 juta OTR Jakarta. Di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 Polytron turut memperkenalkan G3+ Special Collaboration hasil kolaborasi dengan HSR Wheel dan Triple Nine.
Model ini mendapat ubahan berupa body kit berbahan carbon fiber, pelek HSR, warna bodi two-tone, tambahan subwoofer, serta pembaruan pada fitur sensing. G3+ Special Collaboration dibanderol seharga Rp 373,5 juta untuk skema BaaS dan Rp 505,5 juta untuk skema Buy to Own.






Komentar (0)