Menkomdigi Soroti Maraknya Konten Hoaks Aksi Demo Jelang HUT ke-81 RI

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti maraknya konten hoaks aksi demonstrasi di media sosial yang disebutnya merupakan video lama atau hasil editan.

Menurut Meutya, jelang peringatan HUT ke-81 RI, media sosial diramaikan dengan konten-konten video demonstrasi yang diunggah tanpa memuat waktu kejadian.

"Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada yang menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia," jelas Meutya dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Baca juga: 28 Pegiat Medsos Ditangkap Karena Sebar Hoaks, 10 Jadi Tersangka

Berbagai narasi dalam unggahan tersebut seolah-olah mengesankan terjadi aksi demonstrasi besar tetapi tidak mendapat porsi pemberitaan.

Bahkan, ada juga yang menuduh adanya penghapusan konten yang dinarasikan sebagai peristiwa demo besar.

Sementara menurut Meutya, berbagai konten hoaks pun masih terus diproduksi dengan pola yang semakin beragam.

"Sebagian informasi dibuat sepenuhnya tidak benar, sementara sebagian lainnya menggunakan materi lama yang disebarkan kembali dengan konteks berbeda atau memanfaatkan peristiwa di luar negeri yang diklaim seolah terjadi di Indonesia," katanya.

Baca juga: Video Demo Lama Kembali Beredar, Menko Polkam Minta Penyebar Hoaks Berhenti

Meutya berpandangan, media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi publik melalui kerja jurnalistik yang mengedepankan verifikasi dan akurasi.

Pemberitaan yang cepat dan tepat pun dinilai dapat mencegah masyarakat terpapar narasi palsu yang sengaja dibuat untuk memicu ketakutan maupun keresahan.

"Informasi yang benar adalah tanggung jawab bersama. Media memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan fakta, bukan informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan ketakutan," ujar Meutya.

Baca juga: Penyebar Hoaks Isu Demo Bakal Ditindak, Polisi Cari Akun Medsos

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di sisi lain, Meutya mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan berbagai video hoaks aksi demonstrasi yang saat ini banyak beredar di media sosial.

Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah video kembali viral teridentifikasi merupakan rekaman lama yang diunggah ulang tanpa penjelasan mengenai waktu dan konteks kejadian sehingga berpotensi menyesatkan publik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tatar Sunda Hadapi Beragam Persoalan, Majelis Musyawarah Sunda Didorong Tawarkan Solusi
• 2 jam lalu
0
thumb
Persija Jakarta umumkan susunan tim kepelatihan untuk musim 2026/2027
• 14 jam lalu
0
thumb
Polda Jambi Pecat Lima Personel Terkait Tewasnya Brigadir EWS
• 7 jam lalu
0
thumb
Jadwal Kualifikasi dan Sprint Race MotoGP Inggris 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Bappenas Mendukung Papeda Summit 2026 untuk Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.